6-Fluoro-4-hydroxycoumarin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis. Sebagai bagian dari kelompok coumarin, senyawa ini memiliki struktur dasar yang stabil dan dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa yang lebih kompleks.
Karakteristik utama dari 6-Fluoro-4-hydroxycoumarin termasuk keberadaan atom fluorin di posisi ke-6 dan grup hidroksil di posisi ke-4, yang memberikan sifat reaktivitas tertentu. Struktur ini memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi dengan logam berat. Karena kestabilannya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reagen, senyawa ini menjadi pilihan yang populer dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 6-Fluoro-4-hydroxycoumarin digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa obat dan bahan kimia industri. Bahan ini juga sering digunakan dalam studi aktivitas biologis dan sintesis senyawa dengan sifat tertentu. Karena ketersediaannya dan kehandalannya, senyawa ini menjadi bahan yang sering dicari oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi.
- Sintesis senyawa obat dengan aktivitas anti-inflamasi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi
- Penelitian aktivitas biologis senyawa organik
- Reaksi kimia dalam pembuatan senyawa kompleks
- Studi struktur dan sifat senyawa fluorinasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1994-13-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
6-Fluoro-4-hydroxycoumarin harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di suhu kamar dan tidak terpapar udara bebas. Dalam penanganan, wajib menggunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena sifat kimianya, bahan ini harus dihindari dari kontak dengan bahan kimia berbahaya lainnya.
—
