5-Formyluracil adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks yang memiliki struktur cincin heterosiklik. Dalam aplikasi laboratorium, senyawa ini berperan sebagai molekul dasar yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan senyawa baru dengan sifat kimia yang berbeda. 5-Formyluracil memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang terkendali. Senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, yang memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatan di laboratorium. Karena sifat tersebut, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku yang andal dan mudah dioperasikan. Di laboratorium di Indonesia, 5-Formyluracil sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan kimia tingkat tinggi, di mana mahasiswa belajar tentang reaksi kimia dan struktur molekul. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa intermediat dalam produksi obat
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang struktur molekul dan sifat kimia
- Penggunaan dalam pendidikan kimia tingkat universitas untuk praktikum
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1195-08-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
5-Formyluracil harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk memastikan keselamatan. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas bahan tetap terjaga selama penggunaan.
- Matsubara dkk. (2003). Mammalian 5-Formyluracil−DNA Glycosylase. 1. Identification and Characterization of a Novel Activity That Releases 5-Formyluracil from DNA. Biochemistry doi:10.1021/bi027322v
- Miyabe (2002). Identification of 5-formyluracil DNA glycosylase activity of human hNTH1 protein. Nucleic Acids Research doi:10.1093/nar/gkf460
- Masaoka dkk. (2003). Mammalian 5-Formyluracil−DNA Glycosylase. 2. Role of SMUG1 Uracil−DNA Glycosylase in Repair of 5-Formyluracil and Other Oxidized and Deaminated Base Lesions. Biochemistry doi:10.1021/bi0273213
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

