Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 142-18-7

Monolaurin TCI G0081

Monolaurin TCI G0081
Harga reguler Rp 1.140.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.140.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI G0081 Monolaurin adalah monoasilgliserol yang terbentuk dari gliserol dan satu molekul asam laurat, dipasok sebagai padatan dan tergolong dalam kelompok reagen lipid. Di laboratorium, senyawa ini menempati posisi istimewa karena menggabungkan dua peran sekaligus: sebagai pengemulsi nonionik yang efektif dan sebagai bahan yang banyak diteliti karena aktivitas antimikrobanya terhadap sejumlah bakteri gram positif, jamur, serta virus berselubung lipid. Kedua peran tersebut menjadikannya bahan penelitian yang relevan bagi ilmu pangan, mikrobiologi, farmasi, maupun kosmetik.

Karakteristik yang membuat monolaurin dipilih adalah struktur amfifiliknya yang seimbang: gugus gliserol dengan dua hidroksil bebas menyediakan sisi polar, sementara rantai laurat berkarbon dua belas menyediakan ekor hidrofobik dengan panjang yang dikenal paling aktif secara biologis di antara monogliserida. Sifat ini memberinya kemampuan menurunkan tegangan antarmuka, membentuk misel, sekaligus berinteraksi dengan membran lipid mikroorganisme. Bentuk padatannya mudah ditimbang, stabil pada penyimpanan yang tepat, dan tidak bermuatan sehingga kompatibel dengan berbagai sistem formulasi.

Di Indonesia, monolaurin sangat relevan karena berkaitan erat dengan asam laurat yang melimpah pada minyak kelapa dan minyak inti sawit, dua komoditas utama nasional. Laboratorium teknologi pangan, laboratorium mikrobiologi terapan, pusat riset kelapa, serta laboratorium formulasi kosmetik banyak menggunakannya untuk penelitian produk turunan bernilai tambah maupun uji daya hambat mikroba.

  • Kajian aktivitas antimikroba berbasis lipid, karena rantai laurat pada monogliserida dikenal mampu mengganggu keutuhan membran sejumlah mikroorganisme yang diuji.
  • Pengemulsi nonionik dalam riset formulasi pangan, sebab sifat amfifiliknya menstabilkan sistem minyak dalam air tanpa menambahkan muatan ionik ke formula.
  • Bahan acuan analisis monogliserida secara kromatografi, karena strukturnya tunggal dan terdefinisi sehingga membantu identifikasi serta kuantifikasi komponen sampel lemak.
  • Substrat maupun produk model pada uji reaksi lipase dan gliserolisis, karena mewakili tahapan penting dalam jalur pemecahan dan penyusunan trigliserida.
  • Komponen penelitian sediaan topikal dan kosmetik, sebab kemampuannya berinteraksi dengan lipid kulit sekaligus menstabilkan emulsi menjadikannya bahan uji yang menarik.

Merek TCI (kode katalog G0081)
Nomor CAS 142-18-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan berwarna putih hingga nyaris putih
Penyimpanan disarankan disimpan dingin, tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan lembap

Simpan monolaurin dalam wadah tertutup rapat di lemari pendingin atau ruang simpan sejuk, terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan udara agar ikatan esternya tidak terhidrolisis. Biarkan wadah menyesuaikan diri dengan suhu ruang sebelum dibuka untuk mencegah pengembunan uap air pada padatan. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang, serta buat alikuot bila bahan akan dipakai berulang kali dalam periode panjang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari menghirup debu halusnya, dan jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat selama penyimpanan.

  • Mansour dkk. (2001). An inhibitory synergistic effect of a nisin–monolaurin combination on Bacillus sp. vegetative cells in milk. Food Microbiology doi:10.1006/fmic.2000.0379
  • Barker dkk. (2019). The Clinical Use of Monolaurin as a Dietary Supplement: A Review of the Literature. Journal of Chiropractic Medicine doi:10.1016/j.jcm.2019.02.004
  • Rao dkk. (2022). Anti-Biofilm Activity of Monolaurin on Staphylococcus aureus: An in-silico Study. SSR Institute of International Journal of Life Sciences doi:10.21276/ssr-iijls.2022.8.6.3

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.