3-Allyloxy-1,2-propanediol, yang di banyak literatur disebut juga sebagai eter alil gliserol, adalah senyawa organik bifungsional yang dirancang untuk menjadi titik awal pembangunan rantai polimer. Struktur molekulnya menggabungkan satu gugus alil tak jenuh pada salah satu ujung dengan dua gugus hidroksil berdampingan pada rangka propanadiol di ujung lainnya. Kombinasi ini menempatkannya pada kategori monomer dan reagen makromolekul, karena satu molekul saja sudah membawa dua jenis tapak reaktif yang dapat diolah secara terpisah maupun berurutan di dalam satu alur sintesis laboratorium.
Karakteristik yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah reaktivitasnya yang bersifat ortogonal. Gugus alil terbuka terhadap reaksi adisi radikal, tiol-ena, hidrosililasi, maupun epoksidasi, sementara pasangan gugus hidroksilnya siap masuk ke reaksi esterifikasi, eterifikasi, pembentukan asetal, maupun adisi dengan isosianat pada jalur poliuretan. Sifat diol tersebut juga memberi molekul ini afinitas terhadap pelarut polar, sehingga penanganannya di dalam sistem berair atau alkoholik menjadi relatif mudah. Peneliti dapat memakainya sebagai komonomer pemberi gugus fungsi, sebagai pengikat silang, atau sebagai penghubung antara segmen hidrofilik dan hidrofobik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umum dijumpai pada kelompok riset polimer di perguruan tinggi, lembaga penelitian material, serta unit pengembangan produk di industri pelapis dan perekat. Pemakaiannya banyak menopang studi hidrogel, resin fungsional, dan modifikasi permukaan yang sedang berkembang pesat di dalam negeri. Ketersediaan dua ukuran kemasan memudahkan laboratorium memilih antara keperluan penapisan awal berskala kecil dan sintesis berulang yang membutuhkan pasokan lebih besar.
- Sintesis polimer fungsional, karena gugus alilnya dapat dipolimerisasi sementara gugus diolnya tetap tersedia sebagai tapak modifikasi lanjutan pada rantai.
- Pembuatan pengikat silang hidrogel, sebab molekul ini menghubungkan rantai berbeda melalui dua ujung reaktif yang bekerja pada mekanisme kimia terpisah.
- Reaksi tiol-ena berbasis fotokimia, mengingat ikatan rangkap alilnya responsif terhadap radikal tiil dan menghasilkan sambungan yang stabil serta terkendali.
- Modifikasi permukaan dan pelapis, karena gugus hidroksil gandanya meningkatkan keterbasahan sekaligus menyediakan titik cangkok untuk lapisan fungsional berikutnya.
- Sintesis prekursor surfaktan, sebab bagian diol yang hidrofilik dan bagian alil yang dapat diperpanjang membentuk kerangka amfifilik yang mudah dirancang ulang.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 123-34-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label kemasan |
Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta oksidator kuat karena senyawa ini mengandung ikatan tak jenuh. Gunakan wadah asli dari pemasok atau wadah kaca bertutup kedap agar tidak terjadi penyerapan uap air dan kontaminasi silang. Lakukan penimbangan dan pemindahan di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tutup kembali botol segera setelah digunakan dan catat tanggal pembukaan pertama pada label internal laboratorium.
—
