Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 139-89-9

Trisodium N-(2-Hydroxyethyl)ethylenediamine-N,N',N'-triacetate Dihydrate TCI H0047

Trisodium N-(2-Hydroxyethyl)ethylenediamine-N,N',N'-triacetate Dihydrate TCI H0047
Harga reguler Rp 532.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 532.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0047 Trisodium N-(2-Hydroxyethyl)ethylenediamine-N,N',N'-triacetate Dihydrate adalah garam trinatrium dari HEDTA, sebuah asam aminopolikarboksilat yang banyak dipakai sebagai zat pengkelat. Bahan ini berperan mengikat ion logam polivalen membentuk kompleks yang stabil dan larut, sehingga ion tersebut tidak lagi bebas mengganggu reaksi. Di laboratorium, produk ini digunakan untuk menyembunyikan ion logam pengganggu pada analisis, menjaga kestabilan larutan, serta menyediakan sumber logam terlarut yang terkendali pada percobaan biologi dan pertanian. Bentuk garam trinatriumnya sudah siap pakai tanpa perlu penetralan tambahan.

Karakteristik utamanya terletak pada struktur HEDTA yang memiliki satu gugus hidroksietil menggantikan salah satu gugus asetat pada EDTA. Perbedaan ini membuat HEDTA mempertahankan kemampuan kelasi yang kuat, namun dengan kelarutan yang umumnya lebih baik pada rentang pH tinggi dibandingkan garam EDTA sejenis. Sifat tersebut sangat berguna pada formulasi basa atau larutan pencuci alkali yang rentan mengendapkan pengkelat lain. Sebagai garam trinatrium terhidrasi, bahan ini mudah ditimbang, cepat larut dalam air, dan menghasilkan larutan yang stabil untuk waktu penyimpanan yang wajar. Kemasan 25 g cocok untuk kebutuhan riset, sedangkan 500 g mendukung pemakaian rutin.

Di Indonesia, bahan pengkelat seperti ini banyak dipakai di laboratorium kimia analitik, laboratorium tanah dan pertanian, serta laboratorium pengolahan air. Analisis kesuburan tanah dan formulasi pupuk mikro berbasis kelat menjadi salah satu penggunaan yang menonjol, terutama untuk unsur besi, seng, dan mangan. Laboratorium industri juga memakainya dalam pengujian air proses yang mengandung ion pengganggu.

  • Penyembunyian ion pengganggu: mengikat logam polivalen agar tidak bereaksi dengan indikator atau pereaksi lain selama prosedur analisis kimia basah berlangsung.
  • Formulasi pupuk mikro terkelat: menyediakan bentuk logam terlarut yang tetap tersedia bagi tanaman pada tanah dengan pH tinggi yang mudah mengendapkan mikronutrien.
  • Larutan pencuci alat gelas: membantu melarutkan sisa endapan logam pada peralatan laboratorium tanpa memerlukan asam kuat yang merusak permukaan gelas.
  • Media kultur dan larutan buffer biologis: menjaga kelarutan ion logam esensial sekaligus mencegah reaksi oksidatif yang dipicu oleh logam bebas dalam sistem.
  • Pengujian air dan limbah: dipakai pada prosedur kelasi untuk mengendalikan kesadahan maupun menilai perilaku pengikatan logam dalam sampel lingkungan.

Merek TCI
Nomor CAS 139-89-9
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Chelation/Complexation Compounds
Ukuran kemasan 25 g, 500 g
Bentuk fisik padatan/serbuk, larut dalam air
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan karena bentuk hidratnya dapat menyerap air dan menggumpal. Gunakan sendok atau spatula kering setiap kali mengambil bahan, dan tutup kembali wadah segera setelah dipakai agar kandungan air kristalnya tetap konsisten untuk penimbangan kuantitatif. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta cegah terhirupnya serbuk halus saat penuangan. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jauhkan dari asam kuat dan bahan pengoksidasi, serta tangani tumpahan dengan penyapuan kering.