Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 544-76-3

Hexadecane TCI H0066

Hexadecane TCI H0066
Harga reguler Rp 592.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 592.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0066 Hexadecane, yang juga dikenal dengan nama cetane, adalah hidrokarbon jenuh rantai lurus dengan enam belas atom karbon dan berwujud cairan tak berwarna pada suhu ruang. Senyawa ini merupakan salah satu n-alkana paling penting di laboratorium karena namanya melekat pada konsep angka setana, tolok ukur mutu penyalaan bahan bakar diesel. Selain itu, hexadecane luas dipakai sebagai pelarut nonpolar bertitik didih tinggi, sebagai fase minyak model pada penelitian emulsi, serta sebagai senyawa rujukan pada analisis kromatografi dan studi biodegradasi hidrokarbon.

Sifat yang membuatnya sangat berguna adalah kestabilan kimianya sebagai alkana jenuh tanpa gugus fungsi, dipadukan dengan volatilitas rendah dan titik didih tinggi. Bahan ini praktis tidak larut dalam air, membentuk fase minyak yang jernih dan mudah dibedakan, serta tidak mudah ikut bereaksi sehingga aman dipakai sebagai medium pembawa panas atau matriks percobaan. Sifat inert tersebut juga menjadikannya fase minyak baku yang konsisten pada pengukuran tegangan antarmuka maupun kestabilan emulsi. Karena berupa cairan murni dengan panjang rantai pasti, hasil percobaan mudah diulang. Kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL mengakomodasi kebutuhan analitik hingga percobaan yang memerlukan volume lebih besar.

Di Indonesia, hexadecane banyak dipakai di laboratorium energi, bahan bakar, dan lingkungan, terutama pada penelitian biodiesel serta pengujian mutu bahan bakar. Laboratorium mikrobiologi lingkungan memanfaatkannya sebagai substrat model untuk menyeleksi mikroba pengurai minyak, sebuah topik yang relevan dengan penanganan tumpahan minyak di perairan. Laboratorium formulasi kosmetik dan farmasi juga memakainya sebagai fase minyak standar.

  • Rujukan angka setana: menjadi senyawa acuan pada penelitian mutu penyalaan bahan bakar diesel karena namanya melekat pada skala pengukuran tersebut.
  • Fase minyak pada riset emulsi: memberikan fase nonpolar yang inert dan konsisten untuk mengukur kestabilan emulsi serta kinerja surfaktan secara terulang.
  • Substrat biodegradasi hidrokarbon: dipakai sebagai sumber karbon model untuk menyeleksi dan menguji mikroba pengurai minyak pada riset bioremediasi.
  • Pelarut bertitik didih tinggi: mendukung reaksi organik yang membutuhkan suhu tinggi dengan medium nonpolar yang tidak ikut bereaksi maupun menguap cepat.
  • Standar kromatografi gas: berfungsi sebagai anggota deret n-alkana untuk penentuan indeks retensi dan pemeriksaan kinerja kolom analitik secara berkala.

Merek TCI
Nomor CAS 544-76-3
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL, 100 mL, 500 mL
Bentuk fisik cairan tak berwarna, tidak larut dalam air
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari panas, nyala api, dan bahan pengoksidasi kuat. Gunakan wadah kaca asli produsen karena hidrokarbon dapat melunakkan sebagian bahan plastik. Meskipun volatilitasnya rendah, pemindahan dalam jumlah besar sebaiknya tetap dilakukan di lemari asam untuk menjaga kualitas udara ruang kerja. Kenakan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tumpahan bersifat licin, sehingga segera serap dengan bahan penyerap inert dan kelola sebagai limbah hidrokarbon.

  • Yang dkk. (2022). Surface tension measurements and modelling of n-Hexadecane + n-Dodecane, n-Hexadecane + 2,2,4,4,6,8,8-Heptamethylnonane, n-Hexadecane + n-Octacosane and n-Hexadecane + Squalane binary mixtures between (303 and 573) K by pendant drop method. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2022.106782
  • Zhang dkk. (2016). Creating mesopores in ZSM-48 zeolite by alkali treatment: Enhanced catalyst for hydroisomerization of hexadecane. Journal of Energy Chemistry doi:10.1016/j.jechem.2016.01.014
  • Birdi (1997). Surface crystallization of hexadecane at hexadecane/air and hexadecane/water interfaces and effect of proteins. Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects doi:10.1016/s0927-7757(96)03816-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.