1,6-Hexanediol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memiliki struktur dihidroksi yang memungkinkan reaksi polimerisasi dan modifikasi molekuler. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa kompleks seperti polimer, pelarut, dan bahan kimia industri. Dalam lingkungan laboratorium, 1,6-Hexanediol berperan sebagai bahan bantu yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru.
Karakteristik utama 1,6-Hexanediol termasuk kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil akrilat dan etil alkohol. Senyawa ini juga memiliki sifat non-beracun dan stabil dalam kondisi normal, sehingga aman digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium. Karena struktur molekulnya yang sederhana dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia yang memerlukan keakuratan dan presisi.
Di laboratorium Indonesia, 1,6-Hexanediol digunakan dalam berbagai bidang seperti kimia organik, farmasi, dan industri bahan kimia. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa kompleks, pengembangan bahan polimer, dan pembuatan produk kimia berbasis organik. Ketersediaannya membuat senyawa ini menjadi pilihan yang praktis untuk laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa polimer yang memerlukan reaksi polimerisasi dua arah.
- Pembuatan pelarut organik yang memiliki sifat stabil dan tidak beracun.
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetika.
- Reaksi kimia yang memerlukan bahan bantu dengan struktur dihidroksi.
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa organik kompleks.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 629-11-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
1,6-Hexanediol sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau logam. Dalam penanganan, pastikan untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
- Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.05.029
- Romero dkk. (2007). Corrigendum to “Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol” [Fluid Phase Equilibria 258 (2007) 67–72]. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.08.018
- Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the volumetric properties of dilute aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol, and 2,5-hexanediol. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2007.01.009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
