TCI H0117 Hexanoyl Chloride adalah klorida asam turunan asam heksanoat yang menjadi salah satu reagen asilasi paling andal di laboratorium kimia organik. Senyawa ini menyediakan gugus heksanoil dalam bentuk yang sangat reaktif, sehingga transfer gugus asil ke alkohol, amina, tiol, maupun cincin aromatik dapat berlangsung cepat dan dengan hasil yang tinggi. Perannya sangat penting ketika peneliti perlu memasang rantai enam karbon pada suatu molekul target, baik untuk membangun ester dan amida, memodifikasi sifat lipofilik senyawa aktif, maupun menyiapkan turunan untuk keperluan analisis.
Reaktivitas tinggi inilah sifat yang paling menentukan pemilihan Hexanoyl Chloride. Ikatan karbon-klorin pada gugus karbonil menjadikan atom karbon sangat elektrofilik, sehingga reaksi dengan nukleofil berlangsung pada suhu rendah hingga suhu ruang tanpa memerlukan katalis rumit. Konsekuensinya, senyawa ini juga sangat peka terhadap kelembapan dan akan terhidrolisis membentuk asam heksanoat serta gas hidrogen klorida yang bersifat korosif. Karena itu, kualitas reagen dan keutuhan segel kemasan menjadi faktor kritis, dan mutu tingkat sintesis dari TCI memberikan jaminan konsistensi yang dibutuhkan pada reaksi sensitif.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan Hexanoyl Chloride pada riset sintesis senyawa bioaktif, modifikasi polimer dan biopolimer, pembuatan surfaktan, serta persiapan turunan untuk analisis kromatografi. Tiga pilihan kemasan memberi keleluasaan: ukuran kecil untuk reaksi eksploratif dan optimasi kondisi, ukuran besar untuk sintesis berulang atau skala bangku yang lebih besar. Perhatian khusus perlu diberikan pada kelembapan udara yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga praktik penyimpanan kedap udara dan penggunaan teknik bebas air menjadi kunci agar reagen tetap aktif.
- Reagen asilasi alkohol menjadi ester heksanoat, memberikan jalur langsung dan berdaya hasil tinggi untuk memasang rantai enam karbon pada gugus hidroksil.
- Pembentukan amida dari amina primer maupun sekunder, reaksi yang berlangsung cepat pada suhu rendah dan banyak dipakai dalam sintesis senyawa bioaktif.
- Asilasi Friedel-Crafts pada cincin aromatik dengan bantuan asam Lewis, menghasilkan keton aril heksil yang menjadi kerangka dasar berbagai senyawa target.
- Derivatisasi sampel sebelum analisis kromatografi, karena penambahan gugus heksanoil meningkatkan volatilitas atau detektabilitas senyawa polar tertentu.
- Modifikasi permukaan polimer, selulosa, dan biopolimer lain, sebab asilasi rantai sedang efektif menaikkan sifat hidrofobik material tanpa mengubah kerangka utamanya.
| Merek | TCI (kode katalog H0117) |
|---|---|
| Nomor CAS | 142-61-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, 500 g |
| Bentuk fisik | cairan yang sangat peka terhadap kelembapan dengan bau tajam menyengat |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering, jauh dari air, alkohol, basa, dan amina |
Hexanoyl Chloride bersifat korosif dan bereaksi hebat dengan air, alkohol, serta basa sambil melepaskan gas hidrogen klorida, sehingga seluruh penanganan wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan alat pelindung diri lengkap berupa jas laboratorium, sarung tangan tahan bahan kimia, dan pelindung wajah. Simpan botol dalam keadaan tertutup sangat rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator atau wadah sekunder berisi bahan penyerap lembap. Gunakan jarum suntik kering dan atmosfer gas inert saat memindahkan reagen agar mutunya terjaga. Jangan pernah membilas sisa reagen langsung dengan air; netralkan secara bertahap dan hati-hati mengikuti prosedur limbah laboratorium.
- Reis dkk. (2021). A Complementary and Revised View on the N-Acylation of Chitosan with Hexanoyl Chloride. Marine Drugs doi:10.3390/md19070385
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
