Hinokitiol, dikenal pula sebagai β-thujaplicin, adalah senyawa alami bergolongan tropolon yang awalnya diisolasi dari kayu pohon konifer dan kini dipasok TCI dengan kode katalog H0142. Strukturnya berupa cincin tujuh anggota yang bersifat aromatik tidak lazim, dilengkapi gugus hidroksil dan keton yang bersebelahan serta gugus isopropil. Di laboratorium, hinokitiol dipakai sebagai senyawa uji dalam penelitian mikrobiologi dan biologi kimia, sebagai pengkelat logam, serta sebagai bahan acuan pada analisis produk berbasis ekstrak kayu dan sediaan perawatan diri.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kemampuan gugus α-hidroksiketon pada cincin tropolon untuk mengikat ion logam secara kuat membentuk kompleks kelat yang stabil. Kemampuan inilah yang mendasari aktivitas biologisnya, termasuk peranannya sebagai pembawa ion logam melintasi membran yang banyak diteliti pada dekade terakhir. Hinokitiol berbentuk padatan kristalin dengan kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah dibuat larutan stok. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk penelitian yang umumnya menggunakan bahan dalam jumlah miligram per percobaan.
Di Indonesia, hinokitiol menarik perhatian laboratorium riset farmasi, mikrobiologi, dan ilmu bahan alam, serta unit pengembangan produk kosmetik dan perawatan mulut yang mengkaji bahan aktif antimikroba alami. Bahan ini juga dipakai laboratorium pengujian untuk memverifikasi kandungan pada produk impor yang mencantumkan hinokitiol. Tersedianya kemasan kecil memudahkan institusi memulai penelitian tanpa harus menyimpan bahan dalam jumlah besar terlalu lama.
- Penelitian aktivitas antimikroba, karena senyawa ini menjadi bahan uji yang sering dipakai untuk mengevaluasi daya hambat terhadap bakteri dan jamur pada kajian in vitro.
- Kajian pengkelat dan transpor ion logam, sebab gugus tropolonnya mengikat ion logam secara kuat dan dapat memindahkannya melewati membran biologis.
- Bahan acuan analisis produk perawatan diri, karena banyak sediaan kosmetik dan perawatan mulut mencantumkannya sehingga dibutuhkan standar pembanding yang jelas.
- Penelitian biologi kimia, di mana hinokitiol dipakai sebagai alat molekuler untuk mengganggu atau mengatur homeostasis logam di dalam sistem sel.
- Studi senyawa bahan alam bergolongan tropolon, sebab kerangkanya yang tidak umum menjadikannya model menarik untuk mempelajari reaktivitas cincin tujuh aromatik.
| Merek | TCI (kode katalog H0142) |
|---|---|
| Nomor CAS | 499-44-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan Hinokitiol pada wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa bergolongan tropolon relatif peka terhadap cahaya dan kelembapan. Gunakan spatula bersih dan kering saat penimbangan, lakukan penakaran serbuk di area yang tidak berangin agar debu halus tidak beterbangan, dan hindari menghirup partikelnya. Kenakan sarung tangan, masker debu, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Larutan stok sebaiknya dibuat seperlunya, diberi label tanggal pembuatan, dan disimpan dalam vial gelap agar mutunya tetap terjaga.
- Murakami dkk. (2005). Prooxidant Action of Hinokitiol: Hinokitiol‐Iron Dependent Generation of Reactive Oxygen Species. Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology doi:10.1111/j.1742-7843.2005.pto_214.x
- (1991). Food packaging materials containing hinokitiol as preservative. Zeolites doi:10.1016/s0144-2449(05)80216-7
- Barret, dkk. (2000). SYNTHESIS AND STRUCTURAL CHEMISTRY OF TIN DERIVATIVES OF α- HYDROXY KETONES, INCLUDING THE STRUCTURES OF F2Sn(MALTOL)2, F2Sn(HINOKITIOL)2, Cl2Sn(HINOKITIOL)2 AND (OH)Sn(MALTOL)3 3.5H20. Main Group Metal Chemistry doi:10.1515/mgmc.2000.23.11.663
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
