Hippuric Acid (495-69-2) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari asam karboksilat dan grup fenil yang terikat melalui ikatan amida. Dalam laboratorium, Hippuric Acid sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain, terutama dalam bidang peptida dan kimia organik. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah.
Hippuric Acid memiliki sifat fisika dan kimia yang memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam laboratorium. Senyawa ini biasanya berbentuk padat berwarna putih, mudah larut dalam air, dan memiliki titik leleh yang relatif tinggi. Karena kemurnian dan stabilitasnya, Hippuric Acid cocok untuk digunakan dalam analisis kuantitatif dan kualitatif. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terdegradasi, sehingga memperpanjang masa simpan dan meminimalkan risiko kontaminasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Hippuric Acid digunakan secara luas dalam berbagai institusi penelitian, baik di universitas maupun lembaga riset pemerintah. Senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian kimia makanan, farmasi, dan lingkungan. Ketersediaannya yang cukup dan harga yang kompetitif membuatnya menjadi pilihan favorit para peneliti lokal.
- Digunakan dalam sintesis peptida untuk memperkuat ikatan kimia dalam struktur molekuler
- Cocok untuk analisis kromatografi dalam identifikasi senyawa organik
- Berguna dalam uji aktivitas enzim untuk mengevaluasi interaksi biokimia
- Dapat digunakan dalam pembuatan senyawa obat sebagai bahan baku
- Sering dipakai dalam penelitian lingkungan untuk menilai konsentrasi polutan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 495-69-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berwarna putih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Hippuric Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mempertahankan kualitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta jauhkan dari sumber panas dan bahan kimia reaktif.
- Saito dkk. (2003). Hippuric acid and methyl hippuric acid in rat hair: possible monitoring of xylene and toluene exposure. Forensic Science International doi:10.1016/s0379-0738(03)00062-8
- Han dkk. (2021). Preparation of chitosan-modified magnetic Schiff base network composite nanospheres for effective enrichment and detection of hippuric acid and 4-methyl hippuric acid. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2021.462373
- Damokhi dkk. (2023). Deep eutectic solvent-based dispersive liquid-liquid microextraction coupled with HPLC and central composite design for biological monitoring of hippuric acid and methyl hippuric acid in urine. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2023.122506
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


