2-Hydrazinobenzothiazole dari TCI adalah senyawa heterosiklik yang menggabungkan cincin benzotiazol dengan gugus hidrazin pada posisi dua, hadir sebagai padatan. Bahan ini memiliki dua peran utama di laboratorium: sebagai blok pembangun heterosiklik untuk membentuk sistem cincin terfusi, dan sebagai pereaksi derivatisasi bagi senyawa karbonil. Gugus hidrazin yang terikat langsung pada cincin benzotiazol siap berkondensasi dengan aldehida dan keton membentuk hidrazon yang mengandung kromofor aromatik, sehingga produk turunannya lebih mudah dideteksi pada analisis spektrofotometri maupun kromatografi cair.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah keberadaan inti benzotiazol yang kaya elektron dan menyerap sinar ultraviolet dengan kuat, sehingga hidrazon yang terbentuk memberikan sinyal deteksi yang baik. Gugus hidrazin di posisi dua juga bersifat bifungsional, yaitu dapat berkondensasi lalu menutup cincin membentuk sistem triazolo terfusi pada kerangka benzotiazol. Sebagai padatan, bahan ini mudah ditimbang dan relatif stabil pada penyimpanan sejuk dan terlindung cahaya, meskipun gugus hidrazin tetap peka terhadap oksidasi sehingga wadah harus selalu tertutup rapat. Kelarutannya dalam pelarut organik polar memudahkan penyiapan larutan pereaksi untuk pekerjaan analitik.
Laboratorium di Indonesia memakai bahan ini pada riset sintesis heterosiklik di perguruan tinggi, pengembangan kandidat senyawa aktif, dan penyusunan metode analisis senyawa karbonil. Kemasan 5 g sesuai untuk penggunaan analitik dan uji pendahuluan yang hanya menuntut bahan dalam jumlah kecil, sedangkan kemasan 25 g melayani sintesis preparatif atau penyusunan pustaka senyawa. Dua pilihan ini memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan ritme penelitiannya.
- Derivatisasi aldehida dan keton untuk analisis kromatografi, karena hidrazon yang terbentuk memiliki kromofor benzotiazol yang memperkuat respons detektor.
- Sintesis sistem triazolo terfusi pada kerangka benzotiazol, sebab gugus hidrazin bifungsional memungkinkan kondensasi diikuti penutupan cincin secara berurutan.
- Pengembangan kandidat senyawa bioaktif, mengingat inti benzotiazol banyak dijumpai pada molekul dengan aktivitas biologis yang menarik untuk ditelusuri.
- Pembuatan ligan dan kelat untuk kimia koordinasi, karena atom nitrogen dan sulfur pada molekul ini dapat mengikat pusat logam secara efektif.
- Penyiapan turunan berwarna untuk deteksi spektrofotometri, sebab hasil kondensasinya menyerap cahaya pada daerah yang mudah diamati instrumen laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-21-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada rak sejuk, kering, dan gelap, karena gugus hidrazin peka terhadap oksidasi oleh udara dan paparan cahaya berkepanjangan. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat, asam pekat, serta sumber panas dan nyala. Lakukan penimbangan di lemari asam atau ruang berventilasi baik menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta cegah terhirupnya debu halus. Tutup wadah segera setelah pengambilan, kumpulkan limbah pada wadah khusus, dan ikuti lembar data keselamatan dari produsen selama penggunaan.
- VARMA dkk. (1990). ChemInform Abstract: Nucleophilic Addition‐Elimination Reactions of 4‐ and 6‐Chloroindoline‐2,3‐diones with 6‐Chloro‐2‐hydrazinobenzothiazole.. ChemInform doi:10.1002/chin.199004196
- ZHANG dkk. (1991). ChemInform Abstract: 2‐(N2‐O,O‐Dialkylthiophosphoryl)hydrazinobenzothiazole.. ChemInform doi:10.1002/chin.199101301
- Deshmukh dkk. (2007). Solvent Free Accelerated Synthesis of 2‐Hydrazinobenzothiazole Derivatives Using Microwave.. ChemInform doi:10.1002/chin.200732133
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
