Hexachloroacetone (HCAC) adalah senyawa kimia organik yang memiliki struktur dasar keton dengan enam atom klorin yang terikat pada atom karbon. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa organik kompleks. Dalam berbagai eksperimen kimia, HCAC berperan sebagai prekursor untuk pembuatan senyawa seperti kloroform, kloroaseton, dan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, industri, dan analisis kimia.
Hexachloroacetone memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, sehingga memudahkan proses sintesis dan manipulasi dalam kondisi laboratorium. Senyawa ini juga memiliki titik didih tinggi dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, menjadikannya pilihan yang efisien dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi secara spontan, HCAC cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan keamanan dan kontrol yang ketat.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, HCAC sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam universitas dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru. Bahan ini juga ditemukan dalam laboratorium industri yang memproduksi bahan kimia untuk keperluan lokal. Ketersediaannya di pasar Indonesia membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk kebutuhan penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan bahan baku dengan struktur klorin yang tinggi
- Reaksi substitusi klorin untuk menghasilkan senyawa dengan sifat kimia yang berbeda
- Pembuatan senyawa intermediat dalam produksi bahan farmasi dan bahan kimia industri
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa organik
- Pengembangan bahan baru dalam bidang material dan teknologi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 116-16-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Kristal atau padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Hexachloroacetone harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi kulit atau mata. Selalu simpan bahan ini dalam tempat yang tidak mudah terkena kelembapan dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif.
- Föhlisch dkk. (2004). Hexachloroacetone as a Precursor for a Tetrachloro-substituted Oxyallyl Intermediate: [4+3] Cycloaddition to Cyclic 1,3-Dienes. Molecules doi:10.3390/90100001
- Rezende dkk. (1996). Puzzling formation of bisimidazole derivatives from hexachloroacetone and diamines. Tetrahedron Letters doi:10.1016/0040-4039(96)01115-x
- REZENDE dkk. (1997). ChemInform Abstract: The Reaction of Hexachloroacetone with Diamines.. ChemInform doi:10.1002/chin.199731112
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
