Hexamethylbenzene Zone Refined (nomor passes: 20) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini memiliki struktur molekul yang stabil dan memiliki sifat non-polar, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam sintesis organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai pelarut atau bahan bantu dalam proses pemisahan dan purna-pemrosesan.
Hexamethylbenzene Zone Refined memiliki keistimewaan dalam kemurniannya, karena telah melalui proses penyulingan berulang sebanyak 20 kali. Proses ini memastikan bahwa senyawa tersebut memiliki tingkat kemurnian tinggi, sehingga meminimalkan pengaruh impuritas dalam reaksi kimia. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan konsistensi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam industri farmasi dan kimia. Banyak institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan dengan kemurnian tinggi.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk memperoleh produk dengan kemurnian tinggi
- Cocok untuk proses pemisahan dan purna-pemrosesan dalam analisis kimia
- Dapat menjadi pelarut dalam reaksi kimia yang memerlukan stabilitas molekuler
- Berguna dalam penelitian farmakologi untuk pengujian senyawa aktif
- Dapat digunakan dalam pembuatan bahan baku untuk produk kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87-85-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1sample |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Hexamethylbenzene Zone Refined harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga stabilitas dan kemurniannya. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik. Dalam penanganan, harus diperhatikan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
