Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 14781-45-4

Bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II) TCI H0554

Bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II) TCI H0554
Harga reguler Rp 1.299.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.299.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0554 Bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II) adalah kompleks tembaga(II) yang dikelilingi dua ligan heksafluoroasetilasetonat bidentat melalui atom oksigen donor. Senyawa ini termasuk keluarga kompleks logam berfluor yang sangat dikenal dalam katalisis dan kimia material, karena ligan berfluor mengubah sifat elektronik pusat tembaga sekaligus meningkatkan volatilitasnya. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai katalis atau prakatalis pada reaksi transfer karbena, siklopropanasi, penyisipan ikatan C–H, serta reaksi kopling yang diperantarai tembaga, dan juga sebagai sumber tembaga yang larut baik dalam pelarut organik.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah keasaman Lewis pusat tembaga yang tinggi akibat enam atom fluor pada kedua ligan, disertai kestabilan termal dan kemudahan penanganan sebagai padatan. Tembaga mudah bergerak antara bilangan oksidasi +1 dan +2, sehingga kompleks ini menjadi mediator redoks yang efektif pada berbagai transformasi organik. Ligan berfluor juga membuat kompleks relatif mudah menguap dan larut pada pelarut organik maupun karbon dioksida superkritis, dua sifat yang jarang dimiliki garam tembaga anorganik. Seperti kompleks hexafluoroacetylacetonate lain, bentuk terhidrat umum dijumpai, sehingga label kemasan perlu diperiksa.

Di Indonesia, bahan ini dipakai oleh kelompok riset katalisis, kimia organologam, elektrokimia, dan kimia material di perguruan tinggi serta lembaga penelitian, termasuk untuk percobaan penumbuhan lapisan tembaga dan pengembangan katalis. Tersedianya kemasan 1 g dan 5 g memudahkan pemilihan sesuai skala kerja, mulai dari skrining katalis dengan pemuatan rendah hingga seri percobaan yang berulang, sehingga bahan tidak lama tersimpan dalam kondisi lembap.

  • Katalis aktivasi dan fungsionalisasi C–H: pusat tembaga dengan ligan penarik elektron mendukung penyisipan gugus fungsi pada ikatan C–H yang secara umum lembam terhadap reagen biasa.
  • Reaksi transfer karbena dan nitren: kompleks tembaga dikenal memperantarai dekomposisi diazo dan siklopropanasi, sehingga senyawa ini berguna pada pembentukan cincin tiga anggota.
  • Prekursor deposisi lapisan tembaga: volatilitas dan kestabilan termalnya menjadikannya kandidat sumber logam pada percobaan chemical vapour deposition di laboratorium material.
  • Katalis oksidasi dan kopling: kemampuan berganti bilangan oksidasi membuat kompleks ini berperan sebagai mediator redoks pada kopling aerobik dan oksidasi substrat organik.
  • Sumber tembaga larut organik: kelarutannya yang baik memungkinkan pengenalan ion tembaga secara homogen ke sistem nonair tanpa masalah pengendapan garam anorganik.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog H0554
Nomor CAS 14781-45-4
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis]
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; status hidrasi dan data kemurnian mengacu pada label serta Certificate of Analysis produk
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari lembap serta cahaya

Simpan botol tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sumber panas, asam kuat, basa kuat, dan reduktor kuat. Kompleks tembaga berfluor cenderung menyerap uap air dan dapat menyublim perlahan pada suhu hangat, sehingga penyimpanan dalam desikator atau bersama silika gel sangat membantu di laboratorium beriklim tropis. Lakukan penimbangan dengan spatula bersih dan kering di dalam lemari asam, atau di glove box apabila percobaan menuntut kondisi anhidrat dan bebas oksigen. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari pembentukan debu. Tutup kembali wadah segera setelah pemakaian dan beri label tanggal pembukaan.

  • Rajadurai dkk. (2006). Metal-Biradical Chains from a High-Spin Ligand and Bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II). Inorganic Chemistry doi:10.1021/ic060197h
  • Karasawa dkk. (2003). Magnetic behaviors after irradiation of assemblies consisting of bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II) and tetrapyridyl-pentadiazo compound in frozen solution. Polyhedron doi:10.1016/s0277-5387(03)00243-2
  • Inoue dkk. (1998). Magnetic Properties of Bis(hexafluoroacetylacetonato)copper(II) Complex with 5-Bromo-1,3-phenylenebis(N-tert-butyl-aminoxyl) Having Polymeric Chain Structure. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1998.737

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.