TCI H0571 1,6-Bis(oxiran-2-ylmethoxy)hexane, yang dikenal pula sebagai dieter glisidil dari 1,6-heksanadiol, adalah senyawa difungsional dengan dua cincin epoksida pada kedua ujung rantai heksil yang lentur. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai pengikat silang dan pengencer reaktif yang menyambungkan dua gugus nukleofil, seperti amina, tiol, atau hidroksil, menjadi satu jaringan molekul. Peranannya penting dalam penyiapan resin, hidrogel, serta matriks pendukung yang memerlukan sambungan kovalen kuat namun tetap memiliki keluwesan mekanik.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah reaktivitas cincin oksirana yang tinggi terhadap pembukaan cincin nukleofilik, dipadukan dengan rantai penghubung alifatik yang panjang dan tidak kaku. Jembatan heksil ini memberikan jarak antarreaksi yang cukup sehingga jaringan hasil ikatan silang tidak menjadi rapuh, sebuah keunggulan dibanding pengikat silang berlengan pendek. Viskositasnya yang relatif rendah untuk senyawa epoksi membuatnya mudah dicampurkan secara homogen, dan reaksinya dapat dikendalikan melalui pengaturan pH serta suhu, sehingga peneliti dapat mengatur derajat ikatan silang sesuai kebutuhan percobaan.
Di Indonesia, senyawa epoksi difungsional seperti ini dipakai pada laboratorium bioteknologi dan kimia material, terutama untuk imobilisasi enzim, aktivasi resin kromatografi, serta penyiapan material polimer berbasis epoksi. Laboratorium universitas dan pusat riset yang mengembangkan biokatalis berpenyangga maupun membran fungsional menjadi pengguna utamanya. Ketersediaan kemasan 25 g dan 500 g memungkinkan pemakaian mulai dari percobaan penjajakan hingga penyiapan material dalam jumlah lebih besar.
- Imobilisasi enzim pada penyangga padat: kedua gugus epoksida mengikat enzim secara kovalen ke matriks sehingga biokatalis dapat dipakai berulang tanpa kehilangan aktivitas berarti.
- Aktivasi resin kromatografi afinitas: dipakai untuk menempelkan ligan pada gel polisakarida dengan lengan penghubung lentur yang mengurangi hambatan sterik saat pengikatan.
- Pengikat silang hidrogel polisakarida: menyambungkan rantai selulosa, kitosan, atau alginat menjadi jaringan tiga dimensi dengan kekuatan mekanik dan penyerapan air yang terkendali.
- Pengencer reaktif sistem resin epoksi: menurunkan viskositas formulasi sekaligus ikut membentuk jaringan sehingga hasil akhirnya lebih lentur dan tidak mudah retak.
- Modifikasi permukaan material: memasukkan gugus fungsi reaktif pada permukaan membran, partikel, atau pelat uji untuk penempelan biomolekul pada riset sensor.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 16096-31-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | bahan epoksi difungsional berbasis bobot, umumnya berupa cairan yang agak kental |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, wadah tertutup rapat, jauhkan dari amina dan asam kuat |
Simpan bahan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, terpisah dari amina, asam kuat, basa kuat, dan oksidator karena semuanya dapat memicu pembukaan cincin epoksida secara dini. Kelembapan juga perlu dihindari agar gugus oksirana tidak terhidrolisis selama penyimpanan. Senyawa epoksi difungsional bersifat iritan dan berpotensi menimbulkan sensitisasi kulit, sehingga penanganan wajib menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta dilakukan di dalam lemari asam. Hindari kontak langsung dengan kulit dan segera bersihkan tumpahan menggunakan bahan penyerap. Kumpulkan limbah pada wadah khusus limbah organik reaktif yang berlabel jelas.
—
