TCI H0604 4-(4-Hydroxyphenyl)-2-butanone adalah senyawa keton aromatik yang lebih dikenal dengan nama raspberry ketone, yaitu komponen aroma khas pada buah rasberi. Senyawa ini memiliki cincin fenol yang terhubung ke rantai butanon melalui jembatan etilena, sehingga menggabungkan sifat fenol dan keton dalam satu molekul sederhana. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai standar pembanding pada analisis perisa dan aroma, sebagai bahan uji pada penelitian metabolisme dan nutrisi, serta sebagai bahan pembangun sintetik yang menyediakan gugus karbonil siap diubah lebih lanjut. Mutu tingkat reagen menjadikannya rujukan yang konsisten dalam pekerjaan kuantitatif.
Sifat yang menjadikannya menarik adalah gugus fenolnya yang dapat dialkilasi, diasilasi, atau digandeng secara oksidatif, berdampingan dengan gugus keton yang mudah direduksi menjadi alkohol, dikondensasi, atau diubah menjadi turunan imina dan oksim. Cincin fenolnya memberikan serapan ultraviolet yang khas sehingga mudah dideteksi pada kromatografi cair, sementara sifat volatilnya mendukung analisis dengan kromatografi gas yang dipadukan spektrometri massa. Senyawa ini juga banyak dipelajari pada riset biologi karena dilaporkan memengaruhi jalur metabolisme lipid, sehingga sering muncul sebagai bahan uji pada percobaan model.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya terutama pada pengujian mutu perisa dan produk pangan, analisis suplemen, riset fitokimia, serta laboratorium kosmetik dan aromatik. Selain itu, laboratorium pengawasan mutu memerlukannya sebagai standar untuk memverifikasi keberadaan dan kadar senyawa ini dalam produk jadi. Kemasan 25 g memadai untuk pekerjaan analitik rutin, sedangkan kemasan 250 g lebih sesuai bagi laboratorium yang melakukan sintesis atau formulasi berulang dalam jumlah lebih besar.
- Standar pembanding analisis perisa dan aroma, karena senyawa ini merupakan komponen aroma rasberi yang rutin dikuantifikasi pada pengujian mutu produk pangan dan minuman.
- Bahan uji penelitian metabolisme lipid, sebab senyawa ini sering dipakai sebagai perlakuan pada percobaan model untuk mengamati respons jalur metabolik tertentu.
- Verifikasi kandungan suplemen dan produk jadi, mengingat laboratorium pengawasan mutu membutuhkan standar murni untuk memastikan klaim label sesuai kenyataan.
- Bahan pembangun sintesis organik, karena gugus keton dan fenol dapat dimodifikasi secara terpisah sehingga memudahkan perancangan turunan baru yang lebih kompleks.
- Penelitian formulasi kosmetik dan wewangian, sebab senyawa ini memiliki profil aroma khas sekaligus gugus fenol yang relevan pada kajian aktivitas antioksidan sediaan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 5471-51-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | padatan dengan aroma khas |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat sesuai keterangan label |
Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung, karena senyawa fenolat dapat menggelap akibat oksidasi bila lama terpapar udara dan cahaya. Karena beraroma kuat, penimbangan sebaiknya dilakukan di ruang berventilasi baik atau lemari asam agar aroma tidak mengontaminasi area kerja dan sampel lain. Gunakan spatula bersih dan kering, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jauhkan dari oksidator kuat dan tutup kembali wadah segera setelah digunakan.
- International (2024). Retracted: Hydroxyphenyl Butanone Induces Cell Cycle Arrest through Inhibition of GSK3β in Colorectal Cancer. BioMed Research International doi:10.1155/2024/9898173
- Zhang dkk. (2021). [Retracted] Hydroxyphenyl Butanone Induces Cell Cycle Arrest through Inhibition of GSK3β in Colorectal Cancer. BioMed Research International doi:10.1155/2021/9981815
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
