Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 10500-34-2

2-Hexen-1-ylsuccinic Anhydride (cis- and trans- mixture) TCI H0616

2-Hexen-1-ylsuccinic Anhydride (cis- and trans- mixture) TCI H0616
Harga reguler Rp 4.693.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 4.693.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0616 2-Hexen-1-ylsuccinic Anhydride merupakan anhidrida suksinat yang membawa rantai heksenil tak jenuh dan dipasok sebagai campuran isomer cis dan trans. Senyawa ini termasuk keluarga alkenil suksinat anhidrida yang dikenal luas sebagai reagen pengikat sekaligus pemodifikasi permukaan. Cincin anhidrida yang tegang sangat reaktif terhadap nukleofil seperti air, alkohol, dan amina, sehingga membuka jalan pembentukan ikatan ester atau amida disertai munculnya gugus karboksilat bebas. Di laboratorium, sifat inilah yang dimanfaatkan untuk menempelkan rantai hidrofobik pada berbagai substrat.

Karakteristik yang membuat reagen ini dipilih adalah kombinasi reaktivitas tinggi dan hasil reaksi yang bersifat dua sisi. Setelah cincin terbuka, molekul menyumbang ekor hidrokarbon tak jenuh yang hidrofobik sekaligus gugus asam karboksilat yang polar dan dapat diionkan, sehingga produknya memiliki karakter amfifilik yang berguna bagi pengaturan sifat permukaan. Ikatan rangkap pada rantai heksenil juga menyediakan titik reaksi tambahan untuk adisi, epoksidasi, atau reaksi tiol-ena. Bentuknya yang berupa cairan memudahkan pemindahan volumetrik, namun menuntut pengamanan terhadap uap air karena anhidrida mudah terhidrolisis menjadi asam dikarboksilat.

Di Indonesia, reagen semacam ini banyak digunakan laboratorium teknologi hasil hutan dan pulp–kertas untuk kajian penyisihan air pada serat, laboratorium kimia polimer untuk pengawetan resin epoksi, serta laboratorium pati dan pangan untuk studi modifikasi polisakarida. Kemasan 25 g sesuai untuk rangkaian percobaan skala laboratorium yang tidak memerlukan stok besar, sehingga risiko penurunan mutu akibat hidrolisis selama penyimpanan panjang dapat ditekan.

  • Modifikasi serat selulosa dan penelitian sizing kertas, karena rantai hidrofobiknya menempel kuat pada serat dan menurunkan daya serap air.
  • Modifikasi pati dan polisakarida, sebab reaksi pembukaan cincin anhidrida menghasilkan turunan ester dengan sifat emulsifikasi yang dapat diatur.
  • Pengawetan dan pengerasan resin epoksi, mengingat anhidrida merupakan golongan curing agent yang menghasilkan jaringan silang dengan kestabilan termal baik.
  • Derivatisasi gugus amina dan hidroksil pada analisis, karena reaksinya cepat serta memperkenalkan gugus karboksilat yang memudahkan deteksi.
  • Sintesis surfaktan dan dispersan anionik, sebab produk pembukaan cincin memiliki ekor hidrofobik dan kepala karboksilat sekaligus dalam satu molekul.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 10500-34-2
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik cairan, dipasok sebagai campuran isomer cis dan trans; rujuk Certificate of Analysis
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, hindari kontak dengan uap air

Karena bersifat anhidrida, bahan ini mudah terhidrolisis oleh kelembapan udara, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering. Pada laboratorium beriklim lembap, penyimpanan dalam desikator atau penggantian atmosfer wadah dengan gas nitrogen kering setelah pemakaian sangat membantu menjaga mutu. Pindahkan cairan menggunakan jarum suntik kering atau pipet kaca di dalam lemari asam. Bahan bersifat korosif dan mengiritasi, maka sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium wajib dikenakan selama penanganan.