Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1069-23-4

1,5-Hexadiene-3,4-diol (stabilized with HQ) TCI H0807

1,5-Hexadiene-3,4-diol (stabilized with HQ) TCI H0807
Harga reguler Rp 5.460.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 5.460.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,5-Hexadiene-3,4-diol (CAS 1069-23-4) dari TCI adalah senyawa diol tak jenuh yang membawa dua gugus hidroksil bersebelahan pada posisi 3 dan 4 serta dua gugus vinil pada kedua ujung rantai. Produk ini dipasok dalam bentuk terstabilkan dengan hidrokuinon (HQ) untuk mencegah polimerisasi spontan selama penyimpanan. Dalam kategori bahan pereaksi polimer, senyawa ini berperan sebagai monomer sekaligus bahan antara serbaguna: kerangka dienanya membuka jalur polimerisasi dan reaksi adisi, sedangkan pasangan diolnya menyediakan titik pengikatan untuk modifikasi lebih lanjut. Kemasan 10 mL sesuai untuk pekerjaan sintesis dan formulasi skala laboratorium.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah keberadaan empat pusat reaktif dalam satu molekul kecil: dua ikatan rangkap terminal dan dua gugus hidroksil vicinal. Ikatan rangkap terminal mudah diikutsertakan dalam reaksi metatesis, hidroformilasi, epoksidasi, maupun polimerisasi radikal, sementara diol vicinal dapat diproteksi sebagai asetonida, diubah menjadi ester atau eter, atau dipakai sebagai gugus pengarah stereokimia. Senyawa ini juga memiliki pusat stereogenik ganda sehingga menarik untuk kajian sintesis asimetris. Kehadiran stabilisator hidrokuinon menjadi nilai praktis tersendiri karena memperpanjang masa pakai bahan yang secara alami rentan terhadap polimerisasi dini.

Di laboratorium Indonesia, bahan seperti ini umumnya dipakai oleh kelompok riset ilmu material, kimia polimer, dan sintesis organik di universitas serta pusat penelitian. Peminatnya mencakup peneliti yang mengembangkan polimer fungsional, pengikat silang (crosslinker), maupun bahan antara untuk sintesis multi-tahap. Ukuran 10 mL cukup realistis untuk skala riset: memungkinkan beberapa kali percobaan tanpa menyisakan bahan reaktif dalam jumlah besar yang berisiko menurun mutunya di gudang penyimpanan.

  • Monomer dan komonomer dalam sintesis polimer fungsional, karena dua vinil terminalnya memungkinkan penggabungan ke rantai polimer sekaligus menyisakan gugus hidroksil sebagai titik modifikasi.
  • Agen pengikat silang (crosslinker) pada jaringan polimer, sebab dua ikatan rangkap pada molekul yang sama dapat bereaksi ke dua rantai berbeda dan membentuk jembatan kovalen.
  • Bahan awal reaksi metatesis penutupan cincin, mengingat pasangan alkena terminalnya merupakan substrat klasik untuk membangun kerangka siklik dalam sintesis organik modern.
  • Prekursor senyawa terfungsionalisasi melalui epoksidasi atau dihidroksilasi, karena ikatan rangkap dan diol yang ada memberi banyak kombinasi transformasi lanjutan bagi kimiawan sintesis.
  • Substrat kajian sintesis asimetris dan stereokimia, sebab dua pusat stereogenik bersebelahan menjadikannya model bagus untuk mempelajari pengendalian diastereoselektivitas suatu reaksi.

Merek TCI
Nomor CAS 1069-23-4
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 10 mL
Bentuk fisik cairan, terstabilkan dengan hidrokuinon (HQ)
Penyimpanan simpan dingin dan terlindung cahaya sesuai anjuran label; jangan menghilangkan stabilisator kecuali diperlukan prosedur

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari panas, percikan api, serta bahan pengoksidasi dan inisiator radikal. Stabilisator hidrokuinon berfungsi mencegah polimerisasi dini, sehingga jangan dibuang kecuali prosedur memang mensyaratkannya — dan bila dihilangkan, bahan harus segera dipakai. Tuang di dalam lemari asam menggunakan pipet atau jarum suntik kaca, hindari kontak dengan kulit dan mata, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tutup rapat kembali setelah dipakai dan hindari penyimpanan botol dalam keadaan hampir kosong terlalu lama karena udara di dalam botol mempercepat penurunan mutu.