Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 82032-43-7

Methyl 5-(Hydroxymethyl)-1H-imidazole-4-carboxylate TCI H0840

Methyl 5-(Hydroxymethyl)-1H-imidazole-4-carboxylate TCI H0840
Harga reguler Rp 5.874.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 5.874.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0840 Methyl 5-(Hydroxymethyl)-1H-imidazole-4-carboxylate adalah blok pembangun heterosiklik yang mengusung cincin imidazol dengan dua substituen fungsional bersebelahan, yakni gugus hidroksimetil dan gugus ester metil karboksilat. Cincin imidazol sendiri merupakan salah satu inti heterosiklik terpenting dalam kimia medisinal karena hadir pada histidin, histamin, dan banyak bahan aktif farmasi. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan antara bernilai tinggi untuk membangun turunan imidazol tersubstitusi, termasuk purin sintetik, senyawa kandidat obat, dan ligan organik untuk kimia koordinasi.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kehadiran tiga titik reaksi berbeda pada molekul yang ringkas. Gugus hidroksimetil dapat dioksidasi menjadi aldehida atau asam, diaktivasi menjadi gugus pergi, maupun diesterifikasi dan dieterifikasi. Gugus ester metil dapat dihidrolisis menjadi asam karboksilat, diamidasi menjadi amida, atau direduksi menjadi alkohol. Sementara itu, nitrogen cincin imidazol dapat dialkilasi atau diarilasi untuk mengatur sifat elektronik dan kelarutan. Posisi 4 dan 5 yang bersebelahan juga memungkinkan siklisasi intramolekul membentuk sistem cincin terfusi, sebuah strategi yang sering dipakai dalam sintesis analog nukleobasa. Kemampuan cincin imidazol membentuk ikatan hidrogen sekaligus mengoordinasi ion logam memperluas kegunaannya.

Di Indonesia, senyawa ini banyak dipakai pada riset kimia medisinal dan kimia organik sintesis di universitas serta laboratorium pengembangan bahan baku farmasi. Peneliti memanfaatkannya untuk menyusun pustaka senyawa turunan imidazol yang diuji aktivitas biologisnya. Pilihan kemasan satu gram dan lima gram memberi keluwesan antara percobaan orientasi awal dan sintesis bertingkat yang membutuhkan bahan lebih banyak.

  • Sintesis turunan imidazol tersubstitusi untuk kimia medisinal, karena tiga titik reaksi berbeda memungkinkan pembangunan pustaka senyawa secara bertahap dan terarah.
  • Pembentukan sistem cincin terfusi seperti analog purin, sebab substituen pada posisi empat dan lima berdekatan sehingga mendukung siklisasi intramolekul.
  • Konversi gugus ester menjadi asam atau amida, yang memperluas keragaman struktur sekaligus mengatur sifat kelarutan dan ikatan hidrogen molekul akhir.
  • Modifikasi gugus hidroksimetil melalui oksidasi atau aktivasi, sehingga diperoleh aldehida maupun elektrofil yang siap direaksikan dengan nukleofil lain.
  • Sintesis ligan organik untuk kimia koordinasi, mengingat nitrogen imidazol merupakan donor yang baik bagi berbagai ion logam transisi.

Merek TCI
Nomor CAS 82032-43-7
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan

Simpan senyawa dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Cincin imidazol bersifat higroskopis pada banyak turunannya, sehingga perlindungan terhadap kelembapan penting agar bahan tidak menggumpal dan mutu tetap terjaga; penggunaan desikator atau lemari penyimpanan berpengering sangat dianjurkan. Hindarkan dari asam kuat, basa kuat, dan bahan pengoksidasi yang dapat merusak gugus ester maupun cincin. Timbang bahan di ruang berventilasi baik dengan spatula bersih dan kering sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Hindari menghirup debu, tutup kembali wadah segera setelah dipakai, dan buang sisa bahan sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.