9-Hexyl-3,6-bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)-9H-carbazole adalah senyawa kimia kompleks yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan molekul kompleks. Senyawa ini memiliki struktur yang mengandung grup boron, yang berperan sebagai sumber reaktif dalam reaksi coupling seperti Suzuki-Miyaura dan Kumada-Corriu. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia yang mengeksplorasi reaksi substitusi dan pembentukan ikatan baru.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi dalam sintesis organik. Grup boron pada senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai substrat, menjadikannya bahan yang sangat fleksibel dalam berbagai reaksi kimia. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis molekul kompleks.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan mahasiswa yang bekerja dalam bidang kimia organik, farmasi, dan material. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, bahan kimia industri, dan penelitian material baru. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya akses yang lebih mudah bagi para peneliti di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan reaksi coupling berbasis boron
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Penelitian material organik dengan sifat elektronik unik
- Reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi dalam pembentukan ikatan
- Studi tentang reaktivitas senyawa organoboron dalam berbagai kondisi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 628336-95-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Karena sifatnya yang kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau kaca. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
