Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1231763-32-8

(8alpha,9S)-6'-Methoxycinchonan-9-amine Trihydrochloride TCI M3873

(8alpha,9S)-6'-Methoxycinchonan-9-amine Trihydrochloride TCI M3873
Harga reguler Rp 3.100.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.100.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3873 adalah (8alpha,9S)-6'-Methoxycinchonan-9-amine Trihydrochloride, yaitu garam trihidroklorida dari turunan amino alkaloid cinchona yang umum dikenal sebagai 9-amino-9-deoksi-epikuinina. Senyawa ini merupakan salah satu organokatalis paling penting dalam kimia asimetris modern. Struktur dasarnya berasal dari kuinina, alkaloid alami yang memiliki cincin kuinolina bermetoksi dan cincin kuinuklidina bersifat basa, namun gugus hidroksil pada posisi sembilan telah digantikan oleh gugus amino primer dengan pembalikan konfigurasi, sehingga molekul ini mampu bekerja melalui mekanisme aktivasi yang sama sekali berbeda dari kuinina asalnya.

Sifat yang membuatnya sangat dihargai adalah kemampuan gugus amino primernya membentuk enamin maupun iminium dengan senyawa karbonil, sekaligus adanya nitrogen kuinuklidina yang bersifat basa dan dapat menjalankan katalisis bifungsional. Dua pusat aktif dalam satu kerangka kiral yang kaku inilah yang memungkinkan katalis mengendalikan arah pendekatan reaktan dan menghasilkan produk dengan kelebihan enansiomer tinggi. Bentuk garam trihidroklorida dipilih karena basa bebas amin cinchona cenderung tidak stabil dan sukar ditimbang, sedangkan garamnya berupa padatan yang stabil, mudah disimpan, dan tinggal dibebaskan dengan basa yang sesuai di dalam labu reaksi, biasanya bersama asam kiral sebagai pasangan ko-katalis.

Di laboratorium Indonesia, katalis ini digunakan oleh kelompok riset sintesis asimetris di perguruan tinggi serta laboratorium yang mengembangkan intermediat farmasi enansiomurni. Kemasan 250 mg sangat sesuai karena organokatalis dipakai dalam jumlah katalitik, sehingga satu botol kecil mencukupi banyak percobaan optimasi kondisi reaksi.

  • Katalis reaksi Michael asimetris, karena gugus amino primernya membentuk enamin kiral yang mengarahkan serangan nukleofil hanya dari satu sisi molekul.
  • Aminokatalisis iminium pada adisi konjugat enon, sebab kerangka cinchona yang kaku memberikan lingkungan sterik yang tegas untuk mengendalikan stereokimia produk.
  • Reaksi aldol dan Mannich enansioselektif, memanfaatkan katalisis bifungsional antara amin primer dan nitrogen kuinuklidina yang mengaktifkan kedua pasangan reaktan sekaligus.
  • Aminasi dan fluorinasi alfa senyawa karbonil, karena pembentukan enamin kiral memungkinkan masuknya elektrofil pada posisi alfa dengan selektivitas wajah yang tinggi.
  • Penapisan kondisi katalitik bersama ko-katalis asam kiral, sebab pasangan garam kiral yang terbentuk kerap meningkatkan kelebihan enansiomer secara bermakna.

Merek TCI
Nomor CAS 1231763-32-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis]
Ukuran kemasan 250 mg
Bentuk fisik padatan garam trihidroklorida; pemerian dan kemurnian mengacu pada sertifikat analisis produsen
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, dan terhindar dari lembap

Simpan garam ini dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di dalam desikator karena garam hidroklorida amin bersifat higroskopis dan penyerapan uap air dapat mengacaukan ketepatan penimbangan katalis. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terbentuk embun di dalam botol. Gunakan spatula kering dan bersih setiap kali mengambil bahan, dan tutup kembali dengan segera. Kenakan sarung tangan nitril, masker, kacamata pengaman, serta jas laboratorium, hindari terbentuknya debu melayang, dan cuci tangan setelah selesai bekerja.

—