2-Nitroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa pembangun (building block), senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks seperti obat, bahan kimia industri, dan bahan organik lainnya. Dalam praktik laboratorium, 2-Nitroaniline memiliki peran penting dalam reaksi substitusi, reduksi, dan reaksi coupling.
Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan gugus nitro yang memberikan sifat reaktif yang tinggi. Karena sifat ini, 2-Nitroaniline mudah bereaksi dengan berbagai reagen seperti amina, asam, dan logam alkali. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam banyak reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Nitroaniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan bahan baru, serta dalam pendidikan untuk mengajarkan konsep reaksi kimia. Ketersediaannya dan kualitasnya menjadikannya bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks
- Reaksi substitusi nitro pada rantai aromatik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti warna dan plastik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pendidikan kimia organik untuk praktikum mahasiswa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88-74-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari panas dan sinar matahari langsung |
2-Nitroaniline harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bersifat iritan. Selalu pastikan area kerja benar-benar ventilasi baik untuk menghindari paparan uap.
- Miller dkk. (2011). Radial Chromatography for the Separation of Nitroaniline Isomers. Journal of Chemical Education doi:10.1021/ed100762k
- Amritha dkk. (2016). Low cost Fenton's oxidative degradation of 4-nitroaniline using iron from laterite. Water Science and Technology doi:10.2166/wst.2016.371
- Nassim M. Hameed (2011). Spectrophotometric Determination of Sulfasalazine by Coupling with Diazotized p-Nitroaniline - Application to Pharmaceutical Formulations. Rafidain Journal of Science doi:10.33899/rjs.2011.6526
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
