Naphthalene dari TCI adalah hidrokarbon aromatik polisiklik paling sederhana. Molekulnya terdiri dari dua cincin benzena yang berfusi. Senyawa ini dikenal luas sebagai padatan kristal putih dengan bau khas dan mudah menyublim pada suhu ruang. Sebagai building block non-heterosiklik, naftalena adalah bahan awal bagi banyak turunan penting, seperti asam naftalenasulfonat, naftol, dan senyawa naftalena tersubstitusi lainnya. Di laboratorium, naftalena juga sangat populer sebagai bahan praktikum dasar dan sebagai senyawa acuan dalam kimia fisika dan analitik.
Beberapa sifat membuat naftalena dipilih. Senyawa ini mudah menyublim, mudah dimurnikan dengan rekristalisasi, dan memiliki sifat termal yang terdokumentasi baik dalam pustaka. Karena itu, naftalena ideal untuk mengajarkan teknik pemurnian dan penentuan titik leleh. Sistem aromatiknya yang kaya elektron mengalami substitusi elektrofilik dengan regioselektivitas yang menarik dipelajari. Naftalena juga dapat direduksi, misalnya melalui reduksi Birch. Selain itu, naftalena dipakai untuk membuat reagen natrium naftalenida, reduktor elektron tunggal yang kuat dalam sintesis anorganik dan organologam.
Hampir setiap laboratorium kimia dasar di sekolah menengah, politeknik, dan universitas di Indonesia mengenal naftalena dari praktikum sublimasi, rekristalisasi, atau penurunan titik beku. Bagi laboratorium riset, naftalena juga berguna sebagai standar dalam analisis hidrokarbon aromatik polisiklik pada sampel lingkungan. Pilihan kemasan 25 gram cocok untuk riset dan praktikum kecil. Kemasan 500 gram lebih praktis dan ekonomis untuk laboratorium pendidikan yang memakainya secara rutin setiap semester.
- Praktikum sublimasi dan rekristalisasi: naftalena mudah menyublim dan membentuk kristal yang jelas, sehingga sangat cocok untuk mengajarkan teknik pemurnian padatan organik kepada mahasiswa.
- Penentuan massa molar dengan penurunan titik beku: naftalena sering dipakai sebagai pelarut atau zat terlarut dalam percobaan sifat koligatif klasik di laboratorium kimia fisika.
- Pembuatan natrium naftalenida: naftalena direaksikan dengan natrium dalam pelarut eter untuk menghasilkan reduktor elektron tunggal yang kuat bagi sintesis organologam dan anorganik.
- Kajian substitusi elektrofilik aromatik: reaksi sulfonasi, nitrasi, dan asilasi pada naftalena menunjukkan pengaruh kondisi reaksi terhadap posisi substitusi, sehingga ideal untuk pembelajaran.
- Standar analisis hidrokarbon aromatik polisiklik: sebagai anggota golongan ini yang paling sederhana, naftalena dipakai untuk kalibrasi GC dan KCKT dalam pemantauan pencemaran lingkungan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 91-20-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan kristal putih yang mudah menyublim |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk, berventilasi baik, jauh dari sumber api |
Naftalena mudah menyublim dan termasuk padatan mudah terbakar. Karena itu, simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat agar tidak menguap dan mencemari udara ruangan. Letakkan di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari api terbuka, percikan, dan oksidator kuat. Uap dan debunya berbahaya bila terhirup, dan senyawa ini diduga bersifat karsinogenik. Karena itu, kerjakan di lemari asam dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Naftalena juga beracun bagi biota perairan, jadi jangan membuangnya ke saluran air. Baca SDS sebelum digunakan.
- Yus dkk. (2001). On the mechanism of the naphthalene-catalysed lithiation: the role of the naphthalene dianion. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(01)00512-3
- Fucci (2003). Growing cannabis with naphthalene in Rome. Forensic Science International doi:10.1016/j.forsciint.2003.08.007
- Koksharova dkk. (2021). Coordination Compounds of 3d-Metal Naphthalene-2-sulfonates and Naphthalene-1,5-disulfonates with Thiosemicarbazide. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363221060116
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
