1,4-Phenylenediamine dari TCI, yang juga dikenal sebagai p-fenilendiamina, adalah diamina aromatik dengan dua gugus amino pada posisi para cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang sangat penting dalam kimia polimer dan material. Ia menjadi monomer utama bagi poliamida aromatik, seperti aramid berkinerja tinggi, dan bahan awal berbagai zat warna. Di laboratorium riset, peneliti memakainya untuk sintesis polimer, pembuatan kerangka organik berpori, studi elektrokimia, dan pembuatan turunan basa Schiff yang simetris.
Susunan para pada kedua gugus amino memberi molekul ini bentuk yang linear dan simetris. Bentuk inilah yang membuatnya ideal sebagai penghubung (linker) dalam pembangunan polimer berantai lurus dan material berstruktur teratur, misalnya covalent organic frameworks (COF). Kedua gugus aminonya sangat nukleofilik dan mudah bereaksi dengan asil klorida, aldehida, maupun anhidrida. Senyawa ini juga mudah teroksidasi menjadi spesies berwarna dan aktif secara redoks. Karena itu, ia menarik untuk riset polimer konduktif, sensor elektrokimia, dan kajian mekanisme oksidasi zat warna.
Di Indonesia, 1,4-Phenylenediamine relevan bagi laboratorium kimia polimer, ilmu material, elektrokimia, dan teknik kimia di perguruan tinggi maupun industri. Riset material berpori untuk adsorpsi, katalisis, dan penyimpanan energi semakin berkembang di tanah air, dan senyawa ini sering menjadi salah satu bahan dasarnya. Kemasan 25g cocok untuk eksplorasi riset, sedangkan 250g mendukung sintesis polimer dalam jumlah lebih besar.
- Sintesis poliamida aromatik: reaksi dengan diasil klorida aromatik menghasilkan aramid berkekuatan tinggi, sehingga senyawa ini menjadi monomer standar dalam riset polimer berkinerja tinggi dan tahan panas.
- Linker covalent organic frameworks: bentuknya yang linear dan simetris membuat senyawa ini ideal untuk kondensasi dengan aldehida multifungsi membentuk COF berpori dan kristalin.
- Riset polimer konduktif dan elektrokimia: senyawa ini dapat dipolimerisasi secara oksidatif atau elektrokimia, sehingga berguna untuk mengembangkan elektroda termodifikasi, sensor, dan material penyimpanan energi.
- Sintesis basa Schiff simetris: kedua gugus aminonya bereaksi dengan dua molekul aldehida membentuk diimina simetris, yang dipakai sebagai ligan logam maupun material optik.
- Kajian zat warna dan oksidasi: oksidasinya menghasilkan produk berwarna, sehingga senyawa ini relevan dalam studi mekanisme pembentukan zat warna dan pengembangan metode analisis kolorimetri.
| Merek | TCI (kode produk P0170) |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-50-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | padatan, mudah menggelap bila teroksidasi; lihat lembar data TCI |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, di tempat sejuk |
1,4-Phenylenediamine adalah bahan toksik dan sensitizer kulit yang kuat. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi alergi bahkan pada paparan kecil, dan berbahaya bila tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit. Selalu tangani di lemari asam sambil memakai sarung tangan nitril, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan masker partikulat bila ada risiko debu. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya dan udara, sebaiknya di bawah gas inert, di tempat sejuk dan kering. Jauhkan dari oksidator kuat. Cuci tangan setelah bekerja, lalu ikuti SDS dari TCI untuk penanganan tumpahan dan pembuangan limbah.
- Yu dkk. (2005). Electropolymerization of 4-nitro-1,2-phenylenediamine and electrochemical studies of poly(4-nitro-1,2-phenylenediamine) films. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2004.08.048
- Cataldo (1996). On the polymerization of P-phenylenediamine. European Polymer Journal doi:10.1016/0014-3057(95)00118-2
- RUSU dkk. (2005). Aromatic polyamides containing chalconyl substituted m-phenylenediamine segments. Polimery doi:10.14314/polimery.2005.797
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
