=====PRODUK 1=====
Tetrakis(triphenylacetato)dirhodium(II) Dichloromethane Adduct adalah senyawa kompleks logam transisi berbasis rodium(II) yang berperan penting sebagai katalis dalam sintesis organik modern. Di laboratorium kimia, senyawa ini digunakan terutama untuk aktivasi ikatan C-H, yaitu proses mengubah ikatan karbon-hidrogen yang relatif inert menjadi pusat reaktif yang dapat difungsionalisasi lebih lanjut. Sebagai katalis, senyawa ini memungkinkan reaksi berlangsung lebih selektif dan efisien dibandingkan jalur konvensional. Produk ini hadir dalam kemasan 100 mg dari TCI, salah satu pemasok reagen kimia yang dikenal luas di lingkungan riset. Senyawa ini umumnya dipakai pada penelitian kimia organik, kimia anorganik, dan kimia material untuk menyusun molekul kompleks dengan stereoselektivitas tinggi serta hasil yang dapat direproduksi.
Struktur khas "paddlewheel" dengan dua atom rodium dan empat ligan trifenilasetat memberikan kestabilan termal yang baik serta lingkungan elektronik yang mendukung transfer karben dan nitren secara terkendali. Adduct diklorometana menunjukkan bahwa senyawa ini sering digunakan dalam kondisi reaksi yang melibatkan pelarut diklorometana, sehingga memudahkan peneliti dalam menyiapkan sistem katalitik. Kemurnian tingkat reagen dari TCI menjamin reproduksibilitas hasil reaksi antarlot. Katalis ini juga dikenal memiliki aktivitas tinggi pada dosis kecil, sehingga kemasan 100 mg sudah cukup untuk serangkaian percobaan skala laboratorium. Sifat selektifnya terhadap ikatan C-H tertentu menjadikannya pilihan utama untuk fungsionalisasi senyawa organik yang rumit dan bernilai tinggi.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium riset universitas, lembaga penelitian, dan industri kimia halus yang mengembangkan metodologi sintesis baru. Peneliti Indonesia yang menekuni kimia organik sintetik, kimia obat, dan katalisis sering memanfaatkan katalis rodium(II) untuk membangun kerangka molekul bernilai tinggi dari bahan baku sederhana. Ketersediaan dalam kemasan kecil 100 mg memudahkan laboratorium dengan anggaran terbatas untuk melakukan uji pendahuluan sebelum memperluas skala reaksi. Dukungan rantai pasok dari distributor lokal juga membantu laboratorium memperoleh bahan ini dengan lebih cepat sehingga kegiatan penelitian dan pengembangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan logistik yang berarti.
- Aktivasi dan fungsionalisasi ikatan C-H: katalis ini memungkinkan pemutusan ikatan C-H yang inert secara selektif sehingga gugus fungsi baru dapat ditanamkan pada molekul organik tanpa memerlukan langkah aktivasi awal yang rumit.
- Reaksi transfer karben untuk siklopropanasi: senyawa ini sangat efektif menjadi katalis pada reaksi antara senyawa diazo dan alkena untuk menghasilkan cincin siklopropana dengan stereoselektivitas yang tinggi.
- Reaksi transfer nitren dan aminasi C-H: katalis mendukung pembentukan intermediat nitren logam yang mampu mengubah ikatan C-H menjadi ikatan C-N, berguna untuk sintesis amina dan senyawa heterosiklik.
- Sintesis produk alam dan bahan aktif farmasi: selektivitas dan efisiensinya membantu peneliti menyusun molekul kompleks bernilai tinggi sehingga mempercepat jalur sintesis senyawa obat dan produk alam.
- Studi mekanisme katalisis dan kimia organologam: senyawa ini menjadi model katalis yang baik untuk mempelajari interaksi logam-ligan, kinetika reaksi, dan perancangan katalis generasi baru.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 142214-04-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin; verifikasi penampakan pasti pada label kemasan atau sertifikat analisis yang menyertai produk |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, pada suhu sesuai petunjuk label kemasan |
Simpan produk dalam wadah asli yang tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung, panas berlebih, dan kelembapan tinggi. Suhu penyimpanan sebaiknya mengikuti petunjuk pada label kemasan, umumnya pada suhu ruang yang stabil atau dalam lemari pendingin bila disarankan oleh pemasok. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang atau memindahkan bahan. Bekerjalah di dalam lemari asam untuk menghindari paparan debu halus yang mungkin terlepas saat wadah dibuka. Hindari kontak dengan kulit, mata, dan saluran pernapasan, serta jauhkan dari bahan yang mudah terbakar. Pastikan area kerja bersih dan catat tanggal penerimaan agar bahan digunakan sesuai urutan kedatangannya.
- Cotton dkk. (1992). Comparison of the crystalline adducts of tetrakis(triphenylacetato)dichromium(II) with benzene, p-difluorobenzene, and p-xylene. Inorganic Chemistry doi:10.1021/ic00036a027
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
