=====PRODUK 1=====
2-Vinylbenzoic Acid dengan nomor CAS 27326-43-8 adalah senyawa organik golongan asam karboksilat aromatik yang memiliki gugus vinil pada posisi orto dari cincin benzena. Dalam dunia laboratorium kimia, senyawa ini berperan sebagai building block atau blok penyusun yang sangat berharga, terutama untuk sintesis polimer fungsional, monomer vinil aromatik, serta senyawa antara untuk farmasi dan material maju. Kehadiran dua gugus fungsional sekaligus, yaitu ikatan rangkap vinil yang reaktif dan gugus asam karboksilat, menjadikan senyawa ini serbaguna untuk berbagai jenis reaksi seperti polimerisasi, esterifikasi, amidasi, dan kopling silang katalitik. Dengan demikian, bahan ini lazim digunakan di laboratorium riset kimia organik dan kimia polimer untuk membangun molekul yang lebih kompleks secara bertahap dan terkendali.
Keunggulan utama 2-Vinylbenzoic Acid terletak pada struktur bifungsionalnya yang memungkinkan senyawa ini berpartisipasi dalam dua jalur reaksi berbeda secara selektif. Gugus vinil dapat menjalani polimerisasi radikal maupun kopolimerisasi dengan monomer lain, sementara gugus asam karboksilat menyediakan titik fungsionalisasi untuk konjugasi dengan alkohol, amina, atau permukaan padatan. Sebagai produk dari TCI, salah satu pemasok bahan kimia riset yang dikenal luas, senyawa ini ditawarkan dalam kemasan yang dirancang untuk keperluan penelitian dengan kualitas yang konsisten di setiap lot. Stabilitasnya yang baik dalam kondisi penyimpanan kering dan terlindung dari cahaya, serta kelarutannya dalam pelarut organik umum, membuatnya mudah ditangani di meja laboratorium. Karakteristik inilah yang menjadikannya pilihan andal bagi peneliti yang membutuhkan monomer aromatik fungsional dengan reaktivitas yang terukur dan dapat diprediksi.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium universitas, lembaga penelitian, serta industri kimia halus yang tengah mengembangkan material polimer baru, obat-obatan, dan katalis. Laboratorium kimia di perguruan tinggi seperti program studi kimia, farmasi, dan teknik material sering menggunakannya dalam penelitian lanjutan maupun tugas akhir, terutama untuk mensintesis polimer responsif dan hidrogel fungsional. Ketersediaan dalam kemasan kecil seperti 200 mg dan 1 g sangat membantu laboratorium lokal yang membutuhkan jumlah tepat tanpa harus menyimpan stok berlebih. Dengan dukungan distribusi bahan kimia riset di pasar domestik, peneliti Indonesia dapat mengakses senyawa ini dengan lebih mudah untuk mendukung pengembangan riset dan hilirisasi di bidang polimer serta material fungsional.
- Sintesis polimer fungsional: gugus vinil pada senyawa ini dapat menjalani polimerisasi radikal maupun kopolimerisasi dengan monomer lain untuk menghasilkan polimer yang membawa gugus asam karboksilat siap difungsionalisasi lebih lanjut.
- Esterifikasi dan amidasi: gugus asam karboksilatnya bereaksi dengan alkohol dan amina membentuk ester atau amida, sehingga cocok sebagai bahan antara untuk perancangan senyawa farmasi dan biokonjugat.
- Kopling silang katalitik: struktur aromatik yang tersubstitusi memungkinkan senyawa ini digunakan sebagai substrat dalam reaksi kopling logam-katalis untuk membangun kerangka molekul yang lebih besar dan kompleks.
- Sintesis monomer responsif pH: senyawa ini menjadi prekursor untuk monomer vinil aromatik bermuatan atau responsif pH yang banyak dipakai dalam riset hidrogel dan material cerdas.
- Pengembangan material dan katalis: gugus karboksilatnya dapat diimobilisasi pada permukaan padatan, berguna dalam pembuatan katalis heterogen dan material hibrida organik-anorganik.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 27326-43-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan; verifikasi bentuk dan penampilan persis pada label kemasan resmi produk |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan 2-Vinylbenzoic Acid dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering dengan suhu ruang terkontrol, serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Hindari menyimpan di dekat sumber panas, api terbuka, atau bahan pengoksidasi kuat karena gugus vinil bersifat reaktif terhadap polimerisasi. Saat menimbang atau memindahkan, gunakan spatula bersih dan lakukan di dalam lemari asam bila memungkinkan, lalu tutup kembali wadah segera setelah digunakan untuk mencegah kontaminasi silang antar senyawa. Gunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan. Jauhkan dari jangkauan makanan dan minuman, serta patuhi prosedur pembuangan limbah kimia sesuai peraturan laboratorium setempat.
- Nilles dkk. (2007). Synthesis and polymerization of active ester monomers based on 4-vinylbenzoic acid. European Polymer Journal doi:10.1016/j.eurpolymj.2007.04.038
- RAY dkk. (1994). ChemInform Abstract: Synthesis of 2‐Benzamidoisoquinolin‐1(2H)‐one from 2‐Vinylbenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199437142
- KASASHIMA dkk. (1994). Effectiveness of 4-Vinylbenzoic Acid and 3-Vinylbenzoic Acid on Adhesion to Dentin.. KOBUNSHI RONBUNSHU doi:10.1295/koron.51.121
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
