=====PRODUK 1=====
2-Vinylphenol (nomor CAS 695-84-1) adalah senyawa organik golongan fenol yang memiliki gugus vinil, sehingga berperan ganda sebagai fenol sekaligus monomer tak jenuh yang reaktif. Di laboratorium, senyawa ini banyak digunakan sebagai building block atau blok penyusun dalam sintesis organik, terutama untuk membangun struktur kimia yang lebih kompleks melalui reaksi polimerisasi, kopolimerisasi, serta berbagai transformasi gugus fungsional. Karena gugus vinilnya mudah terpolimerisasi, produk ini dipasarkan dalam keadaan distabilkan dengan TBC (tert-butilkatekol) agar tetap aman dan stabil selama penyimpanan serta penggunaan. Bagi laboratorium kimia organik, kimia material, maupun kimia polimer, keberadaan 2-vinylphenol membuka peluang untuk menyiapkan monomer fungsional yang nantinya dapat dirakit menjadi polimer dengan sifat-sifat tertentu, misalnya polimer yang mengandung gugus fenol yang bermanfaat untuk modifikasi permukaan, pengikatan biologis, ataupun sebagai prekursor resin.
Keunggulan utama 2-vinylphenol terletak pada struktur bifungsionalnya yang menggabungkan gugus hidroksil fenolik dengan ikatan rangkap vinil. Kombinasi ini menjadikannya reaktan yang serbaguna: gugus vinil dapat menjalani reaksi adisi, polimerisasi radikal, atau kopolimerisasi dengan monomer lain, sementara gugus fenolnya menyediakan situs aktif untuk reaksi substitusi, pembentukan eter, ester, maupun ikatan hidrogen. Konsistensi produk dari pemasok seperti TCI menjadikannya andalan untuk penelitian yang menuntut reproduktibilitas tinggi. Selain itu, penambahan inhibitor TBC memberikan lapisan perlindungan terhadap polimerisasi dini, sehingga peneliti mendapat jendela waktu yang lebih leluasa untuk menimbang, melarutkan, dan mereaksikan senyawa ini tanpa khawatir terjadi penggumpalan atau perubahan viskositas yang tidak diinginkan. Ketersediaan dalam kemasan kecil 1 g dan 5 g juga sangat praktis bagi laboratorium yang memerlukan bahan dalam jumlah sedikit namun dengan kualitas yang terjamin.
Di Indonesia, 2-vinylphenol banyak dicari oleh laboratorium riset perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta industri kimia halus yang mengembangkan material fungsional. Peneliti di bidang kimia polimer dan kimia material kerap menggunakannya sebagai monomer model untuk studi kinetika polimerisasi, sintesis kopolimer pintar, hingga preparasi hidrogel atau pelapis permukaan. Laboratorium pengembangan produk di kawasan industri juga dapat memanfaatkannya untuk menyiapkan kandidat monomer baru maupun standar internal. Karena tersedia dalam kemasan gram, laboratorium Indonesia dengan skala riset yang tidak besar tetap dapat mengakses senyawa ini secara efisien tanpa harus memesan dalam jumlah industri. Dukungan rantai pasok bahan kimia riset yang semakin baik membuat senyawa ini semakin mudah diperoleh untuk mendukung hilirisasi penelitian kimia di dalam negeri.
- Sintesis polimer vinil — gugus vinil pada senyawa ini dapat dipolimerisasi secara radikal maupun dikopolimerisasi dengan monomer lain untuk menghasilkan polimer fungsional yang mengandung gugus fenol.
- Preparasi kopolimer fungsional — karena gugus fenolnya reaktif, senyawa ini cocok sebagai monomer pengomplemen untuk menghasilkan kopolimer dengan kemampuan modifikasi pasca-polimerisasi yang luas.
- Studi kinetika dan mekanisme reaksi — struktur sederhana dengan satu ikatan rangkap memudahkan pengamatan laju polimerisasi serta pembentukan produk samping dalam penelitian mekanistik di laboratorium kimia organik.
- Sintesis turunan fenolik — gugus hidroksilnya dapat diesterifikasi, dialkilasi, atau direaksikan lebih lanjut untuk membangun senyawa antara farmasi, agrokimia, dan bahan kimia khusus.
- Pengembangan material pelapis dan adesif — monomer ini dapat dimasukkan ke dalam formulasi resin untuk menghasilkan lapisan dengan sifat adhesi, kekerasan, atau ketahanan kimia yang dapat disesuaikan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 695-84-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa cairan pada suhu ruang; distabilkan dengan TBC |
| Penyimpanan | simpan pada tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya dan panas, wadah tertutup rapat |
Penyimpanan 2-vinylphenol sebaiknya dilakukan pada suhu sejuk, idealnya di dalam lemari pendingin bahan kimia, di tempat yang kering, berventilasi baik, serta terlindung dari cahaya matahari langsung dan sumber panas. Wadah asli dari pemasok harus tetap tertutup rapat setelah setiap kali digunakan untuk meminimalkan kontak dengan udara yang dapat memicu oksidasi maupun polimerisasi dini. Meskipun telah distabilkan dengan TBC, pengguna tetap disarankan memakai produk dalam jangka waktu yang wajar dan mencatat tanggal penerimaan. Saat menimbang, gunakan alat yang bersih dan hindari kontaminasi silang antar bahan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta kerjakan di dalam lemari asam bila tersedia untuk mengurangi paparan uap.
—
