Langsung ke informasi produk
1 dari 1

Nanografi

Zinc Oxide (ZnO) Nanopowder/Nanoparticles

Zinc Oxide (ZnO) Nanopowder/Nanoparticles
Harga reguler Rp 3.325.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.325.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Quantity
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 1-2 bulan setelah pembayaran. Jika belum ada respons, hubungi +62 823-2282-4346.

=====PRODUK 1=====

Deskripsi

Zinc Oxide (ZnO) Nanopowder atau nanopartikel seng oksida adalah material berukuran nanometer yang banyak digunakan sebagai bahan baku utama dalam berbagai penelitian kimia, fisika, dan material di laboratorium. Dalam praktik laboratorium, serbuk ini berperan sebagai prekursor untuk sintesis nanomaterial lain, bahan dasar pembuatan lapisan tipis (thin film), katalis, serta komponen aktif dalam pengembangan sensor, perangkat optoelektronik, dan aplikasi fotokatalitik. Karena ukuran partikelnya sangat kecil, material ini memiliki luas permukaan yang besar sehingga reaktivitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan seng oksida konvensional. Kehadirannya menjadi penting bagi peneliti yang ingin mempelajari fenomena permukaan, sifat semikonduktor, maupun aktivitas antibakteri pada skala nano.

Keunggulan utama ZnO nanopowder terletak pada sifatnya sebagai semikonduktor dengan celah pita lebar, stabilitas termal dan kimia yang baik, serta transparansi optik yang membuatnya serbaguna di laboratorium. Ukuran partikel pada skala nanometer memberikan rasio luas permukaan terhadap volume yang sangat tinggi, sehingga aktivitas katalitik dan fotokatalitiknya meningkat secara signifikan. Selain itu, ZnO dikenal memiliki aktivitas antibakteri yang efektif, menjadikannya menarik untuk studi biokimia dan aplikasi biomedis. Material ini juga relatif mudah didispersikan dalam pelarut tertentu dengan bantuan sonikasi, sehingga memudahkan pembuatan suspensi atau larutan prekursor. Kombinasi sifat piezoelektrik, fotoluminesensi, dan ketahanan terhadap degradasi membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang menuntut konsistensi dan reproduksibilitas hasil.

Di Indonesia, ZnO nanopowder banyak digunakan di laboratorium universitas, lembaga riset, dan industri yang bergerak di bidang material maju, energi terbarukan, serta lingkungan. Peneliti lokal kerap memanfaatkannya untuk pengembangan fotokatalis pengolahan air limbah, material fotovoltaik, sensor gas, dan pelapis antibakteri untuk tekstil atau kemasan. Ketersediaan dalam kemasan 5 g, 25 g, dan 100 g memudahkan laboratorium memilih jumlah sesuai kebutuhan eksperimen, mulai dari uji pendahuluan skala kecil hingga produksi sampel dalam jumlah lebih besar. Dengan dukungan pemasok seperti AMI Scientific, peneliti di berbagai kota dapat memperoleh material ini secara lebih mudah untuk mendukung hilirisasi riset nanoteknologi di tanah air.

Aplikasi Laboratorium

  • Fotokatalisis untuk degradasi polutan organik dalam air: luas permukaan yang besar dan aktivitas fotokatalitik di bawah sinar UV menjadikan ZnO nanopowder efektif untuk menguraikan zat warna maupun senyawa organik berbahaya dalam sampel lingkungan.
  • Pembuatan lapisan tipis semikonduktor untuk perangkat optoelektronik: ukuran partikel nano memungkinkan pembentukan film yang homogen dan seragam, sehingga cocok untuk fabrikasi sensor, sel surya, dan transistor berbasis ZnO melalui metode spin coating atau deposisi.
  • Studi aktivitas antibakteri untuk aplikasi biomedis: ZnO nanopowder diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri karena partikelnya melepaskan ion seng dan menghasilkan spesies oksigen reaktif, sehingga banyak dipakai pada uji toksisitas mikroba dan pengembangan bahan pelapis antimikroba.
  • Katalis dalam reaksi sintesis kimia skala laboratorium: stabilitas termal yang baik dan luas permukaan tinggi membuat ZnO nanopowder mampu mempercepat berbagai reaksi organik maupun anorganik dengan jumlah katalis yang relatif kecil dan dapat digunakan berulang kali.
  • Pengembangan sensor gas dan karakterisasi material nano: sifat permukaan ZnO yang sangat responsif terhadap perubahan lingkungan gas menjadikannya bahan aktif yang ideal untuk mendeteksi gas tertentu, sekaligus sebagai objek kajian difraksi sinar-X, mikroskop elektron, dan analisis spektroskopi.

Spesifikasi

  • Merek: Nanografi
  • Nomor CAS: tidak tersedia
  • Kategori: Nanomaterial
  • Varian/kemasan: 5 g, 25 g, 100 g
  • Bentuk fisik: serbuk halus (nanopowder) berwarna putih
  • Catatan penyimpanan: simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering dan sejuk; hindarkan dari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan berlebih.

Penanganan dan Penyimpanan

ZnO nanopowder sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat dan diberi label jelas, di tempat yang kering, sejuk, serta terlindung dari sinar matahari langsung. Penggunaan desikator sangat dianjurkan untuk mencegah penyerapan uap air yang dapat menggumpalkan serbuk. Saat menimbang atau memindahkan material, gunakan alat pelindung diri seperti masker debu, sarung tangan, dan kacamata pengaman karena partikel berukuran nano mudah terhirup dan dapat mengiritasi saluran pernapasan. Pekerjaan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam atau ruang berventilasi baik, dan hindari gerakan yang menimbulkan debu berterbangan. Peralatan yang bersentuhan dengan serbuk harus segera dibersihkan, dan sisa material dikelola sesuai prosedur limbah laboratorium yang berlaku.

English

Zinc Oxide (ZnO) Nanopowder from Nanografi is a nanoscale semiconducting material supplied in the form of fine white powder, available in 5 g, 25 g, and 100 g packaging under the Nanomaterial category. Its key characteristics include a large surface area, broad band gap, good thermal and chemical stability, as well as notable photocatalytic and antibacterial activity. These properties make it a versatile choice for laboratory research involving photocatalysis for pollutant degradation, thin film fabrication for optoelectronic devices, catalysis in chemical synthesis, gas sensing studies, and antimicrobial testing. The material should be stored in a tightly sealed container in a dry, cool place and handled with appropriate protective equipment to prevent inhalation of airborne particles. This product is suitable for universities, research institutions, and industrial laboratories in Indonesia working on advanced materials, renewable energy, and environmental applications.

Referensi Ilmiah

  • Department of Chemistry, Joseph Sarwuan Tarka University, Makurdi. Nigeria dkk. (2024). GROWTH AND YIELD RESPONSES OF SOYBEAN (Glycine max L.) TO ZINC OXIDE (ZnO) NANOPARTICLES FOLIAR APPLICATION. Biotechnologia Acta doi:10.15407/biotech17.06.056
  • Deshmukh dkk. (2022). Green synthesis of zinc oxide nanoparticles (Zno-Nps) Ailanthus excelsa Roxb. stem bark extract and its antibacterial activity. Annals of Phytomedicine: An International Journal doi:10.54085/ap.2022.11.2.90
  • (2024). Synthesis, Characterization and Biological Relevance of Zinc Oxide Nanoparticles (ZnO-NPs) in the Renovation of Plant Science. Medicon Agriculture & Environmental Sciences doi:10.55162/mcaes.06.164

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Lihat detail lengkap