Copper(I) Oxide (Cu₂O) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Sebagai salah satu oksida logam, senyawa ini memiliki sifat konduktivitas yang baik dan dapat berperan sebagai katalis dalam reaksi kimia. Dalam laboratorium, Cu₂O sering digunakan sebagai bahan bantu untuk reaksi reduksi dan oksidasi, serta dalam pembuatan senyawa kompleks logam. Bahan ini juga ditemukan dalam beberapa aplikasi industri, seperti dalam produksi cat, baterai, dan bahan elektronik.
Copper(I) Oxide memiliki warna merah kecokelatan dan berbentuk serbuk halus. Senyawa ini bersifat tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam asam kuat. Sifat kimia dan fisiknya membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan perubahan redoks. Karena stabilitasnya yang tinggi dan kemampuannya untuk berperan dalam proses katalitik, Cu₂O sering dipilih sebagai bahan baku dalam eksperimen kimia lanjutan.
Di laboratorium Indonesia, Copper(I) Oxide digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis dan analisis kimia. Bahan ini juga sering digunakan dalam pembuatan senyawa kompleks dan dalam penelitian material inorganik. Karena ketersediaannya yang cukup dan kehandalannya dalam berbagai reaksi, senyawa ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan pendidikan di Indonesia.
- Penggunaan dalam reaksi reduksi untuk sintesis senyawa organik
- Penelitian katalisis dalam proses oksidasi dan reduksi kimia
- Pembuatan bahan kompleks logam dalam kimia inorganik
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa
- Penggunaan dalam sintesis material elektronik dan bahan konduktor
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1317-39-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk halus |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Copper(I) Oxide harus disimpan dalam wadah kedap udara dan di tempat yang kering serta sejuk. Hindari paparan udara lembap untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Gunakan sarung tangan dan masker saat mengambil atau mengolah bahan ini. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menjaga keamanan dan kualitas eksperimen.
- KIKUTA dkk. (1990). Fractional determination of metallic copper, cuprous oxide and cupric oxide in copper oxide catalyst.. BUNSEKI KAGAKU doi:10.2116/bunsekikagaku.39.t1
- Khaorapapong dkk. (2015). Preparation of copper oxide in smectites. Applied Clay Science doi:10.1016/j.clay.2014.11.038
- Soni dkk. (2026). Synthesis, characterizations and antifungal activities of copper oxide and differentially doped copper oxide nanostructures. Materials Today: Proceedings doi:10.1016/j.matpr.2022.09.133
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
