Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 20427-59-2

Tembaga(II) Hidroksida – Copper(II) Hydroxide, CAS 20427-59-2, TCI C3971

Tembaga(II) Hidroksida – Copper(II) Hydroxide, CAS 20427-59-2, TCI C3971

Identitas Kimia

Nama lain
Cu(OH)2 · Cupric Hydroxide
No. CAS
20427-59-2
PubChem
CID 164826
Rumus molekul
CuH2O2
Berat molekul
97.56 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Suhu simpan
0-10°C
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
copper dihydroxide
SMILES
[OH-].[OH-].[Cu+2]
InChIKey
JJLJMEJHUUYSSY-UHFFFAOYSA-L
MDL
MDL00010968
Harga reguler Rp 1.035.300,00
Harga reguler Rp 723.450,00 Harga obral Rp 1.035.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Copper(II) Hydroxide dari TCI (kode C3971) adalah senyawa anorganik tembaga bervalensi dua dengan rumus Cu(OH)₂. Bahan ini umumnya berupa serbuk berwarna biru hingga biru kehijauan. Di laboratorium, tembaga(II) hidroksida dipakai sebagai sumber ion tembaga, prekursor katalis, dan bahan awal untuk membuat berbagai garam serta oksida tembaga. Karena merupakan basa yang tidak larut dalam air, senyawa ini mudah diubah menjadi garam tembaga lain cukup dengan mereaksikannya dengan asam yang sesuai, tanpa membawa anion pengganggu.

Peneliti memilih tembaga(II) hidroksida karena reaktivitasnya yang terkendali dan kemurniannya sebagai sumber tembaga tanpa anion tambahan seperti klorida atau sulfat. Senyawa ini larut dalam larutan amonia pekat dan membentuk kompleks tetraamin tembaga berwarna biru tua yang dikenal sebagai pereaksi Schweizer, pelarut klasik untuk selulosa. Jika dipanaskan, tembaga(II) hidroksida terurai menjadi tembaga(II) oksida, sehingga sering dipakai sebagai jalur sederhana untuk menyiapkan CuO dan katalis berbasis tembaga.

Di Indonesia, bahan ini berguna bagi laboratorium kimia anorganik, katalisis, material, dan pertanian. Riset katalis tembaga untuk reaksi kopling, oksidasi, dan konversi biomassa terus berkembang di kampus dan lembaga riset. Kemasan 100 g cocok untuk praktikum dan penelitian skala kecil, sedangkan kemasan 500 g lebih efisien untuk laboratorium yang rutin menyiapkan prekursor katalis atau garam tembaga dalam jumlah lebih besar.

Brosur TCI (PDF)

  • Prekursor katalis tembaga dan tembaga oksida: pemanasan terkontrol mengubah Cu(OH)₂ menjadi CuO, sehingga bahan ini praktis untuk menyiapkan katalis padat atau nanomaterial tembaga.
  • Sintesis garam tembaga(II) bebas anion pengganggu: reaksi dengan asam pilihan menghasilkan garam tembaga yang diinginkan dengan produk samping hanya air, sehingga kemurnian produk lebih mudah dijaga.
  • Pembuatan pereaksi Schweizer untuk selulosa: tembaga(II) hidroksida yang dilarutkan dalam amonia pekat membentuk kompleks tetraamin yang mampu melarutkan selulosa untuk studi serat dan polimer alam.
  • Riset katalisis organik berbasis tembaga: bahan ini dipakai sebagai sumber tembaga dalam berbagai reaksi kopling dan oksidasi yang memanfaatkan katalis logam transisi yang relatif murah.
  • Praktikum kimia anorganik dan reaksi pengendapan: warna biru khasnya membantu mahasiswa mengamati pembentukan endapan, reaksi kompleks dengan amonia, dan dekomposisi termal secara visual.

Merek TCI (kode produk C3971)
Nomor CAS 20427-59-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry]
Ukuran kemasan 100g, 500g
Bentuk fisik serbuk berwarna biru hingga biru kehijauan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari asam dan sumber panas

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di ruangan sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari asam kuat, bahan yang mudah bereaksi, serta sumber panas, karena senyawa ini dapat terurai bila dipanaskan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker debu atau bekerja di lemari asam saat menimbang serbuk agar debu tidak terhirup atau tertelan. Senyawa tembaga berbahaya bagi organisme air, jadi jangan membuang sisa bahan atau larutan ke saluran air. Kumpulkan limbah sebagai limbah logam berat sesuai prosedur laboratorium dan baca SDS sebelum digunakan.

  • CUDENNEC dkk. (1990). ChemInform Abstract: Synthesis and Study of Copper Ammine Hydroxide and Copper Hydroxide Hydrates Cu(OH)2NH3·H2O (I) and Cu(OH)2·H2O (II).. ChemInform doi:10.1002/chin.199039006
  • European Food Safety Authority (2013). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of confirmatory data submitted for the active substance Copper (I), copper (II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper (I) oxide, Bordeaux mixtur. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2013.3235
  • European Food Safety Authority (EFSA) (2018). Outcome of the consultation with Member States, the applicant and EFSA on the pesticide risk assessment for copper compounds copper(I), copper(II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper(I) oxide, Bordeaux mixture in light of confirmatory data. EFSA Supporting Publications doi:10.2903/sp.efsa.2018.en-1486

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.