Copper(II) Hydroxide dari TCI (kode C3971) adalah senyawa anorganik tembaga bervalensi dua dengan rumus Cu(OH)₂. Bahan ini umumnya berupa serbuk berwarna biru hingga biru kehijauan. Di laboratorium, tembaga(II) hidroksida dipakai sebagai sumber ion tembaga, prekursor katalis, dan bahan awal untuk membuat berbagai garam serta oksida tembaga. Karena merupakan basa yang tidak larut dalam air, senyawa ini mudah diubah menjadi garam tembaga lain cukup dengan mereaksikannya dengan asam yang sesuai, tanpa membawa anion pengganggu.
Peneliti memilih tembaga(II) hidroksida karena reaktivitasnya yang terkendali dan kemurniannya sebagai sumber tembaga tanpa anion tambahan seperti klorida atau sulfat. Senyawa ini larut dalam larutan amonia pekat dan membentuk kompleks tetraamin tembaga berwarna biru tua yang dikenal sebagai pereaksi Schweizer, pelarut klasik untuk selulosa. Jika dipanaskan, tembaga(II) hidroksida terurai menjadi tembaga(II) oksida, sehingga sering dipakai sebagai jalur sederhana untuk menyiapkan CuO dan katalis berbasis tembaga.
Di Indonesia, bahan ini berguna bagi laboratorium kimia anorganik, katalisis, material, dan pertanian. Riset katalis tembaga untuk reaksi kopling, oksidasi, dan konversi biomassa terus berkembang di kampus dan lembaga riset. Kemasan 100 g cocok untuk praktikum dan penelitian skala kecil, sedangkan kemasan 500 g lebih efisien untuk laboratorium yang rutin menyiapkan prekursor katalis atau garam tembaga dalam jumlah lebih besar.
Brosur TCI (PDF)
- Metallic Salts 2025-11-06 · hal. 9
- Transition Metal Catalysts 2026-04-10 · hal. 15
Produk TCI terkait
- TCI N1202 12054-48-7 Nickel(II) Hydroxide
- Kobalt(II) Hidroksida – Cobalt(II) Hydroxide, CAS 21041-93-0, TCI C3824
- Tembaga(I) Asetat – Copper(I) Acetate, CAS 598-54-9, TCI A1540
- Tembaga(II) Fosfat – Copper(II) Phosphate, CAS 7798-23-4, TCI C4029
- Tembaga(II) Oksida – Copper(II) Oxide, CAS 1317-38-0, TCI C3849
- Tembaga(II) Nitrat Trihidrat – Copper(II) Nitrate Trihydrate, CAS 10031-43-3, TCI C3775
- Prekursor katalis tembaga dan tembaga oksida: pemanasan terkontrol mengubah Cu(OH)₂ menjadi CuO, sehingga bahan ini praktis untuk menyiapkan katalis padat atau nanomaterial tembaga.
- Sintesis garam tembaga(II) bebas anion pengganggu: reaksi dengan asam pilihan menghasilkan garam tembaga yang diinginkan dengan produk samping hanya air, sehingga kemurnian produk lebih mudah dijaga.
- Pembuatan pereaksi Schweizer untuk selulosa: tembaga(II) hidroksida yang dilarutkan dalam amonia pekat membentuk kompleks tetraamin yang mampu melarutkan selulosa untuk studi serat dan polimer alam.
- Riset katalisis organik berbasis tembaga: bahan ini dipakai sebagai sumber tembaga dalam berbagai reaksi kopling dan oksidasi yang memanfaatkan katalis logam transisi yang relatif murah.
- Praktikum kimia anorganik dan reaksi pengendapan: warna biru khasnya membantu mahasiswa mengamati pembentukan endapan, reaksi kompleks dengan amonia, dan dekomposisi termal secara visual.
| Merek | TCI (kode produk C3971) |
|---|---|
| Nomor CAS | 20427-59-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 100g, 500g |
| Bentuk fisik | serbuk berwarna biru hingga biru kehijauan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari asam dan sumber panas |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di ruangan sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari asam kuat, bahan yang mudah bereaksi, serta sumber panas, karena senyawa ini dapat terurai bila dipanaskan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker debu atau bekerja di lemari asam saat menimbang serbuk agar debu tidak terhirup atau tertelan. Senyawa tembaga berbahaya bagi organisme air, jadi jangan membuang sisa bahan atau larutan ke saluran air. Kumpulkan limbah sebagai limbah logam berat sesuai prosedur laboratorium dan baca SDS sebelum digunakan.
- CUDENNEC dkk. (1990). ChemInform Abstract: Synthesis and Study of Copper Ammine Hydroxide and Copper Hydroxide Hydrates Cu(OH)2NH3·H2O (I) and Cu(OH)2·H2O (II).. ChemInform doi:10.1002/chin.199039006
- European Food Safety Authority (2013). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of confirmatory data submitted for the active substance Copper (I), copper (II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper (I) oxide, Bordeaux mixtur. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2013.3235
- European Food Safety Authority (EFSA) (2018). Outcome of the consultation with Member States, the applicant and EFSA on the pesticide risk assessment for copper compounds copper(I), copper(II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper(I) oxide, Bordeaux mixture in light of confirmatory data. EFSA Supporting Publications doi:10.2903/sp.efsa.2018.en-1486
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








