Copper(II) Hydroxide (Cu(OH)₂) adalah senyawa kimia berbentuk padat yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai katalis dalam reaksi kimia tertentu. Sebagai senyawa logam alkali tanah, Copper(II) Hydroxide juga digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion tembaga. Dalam laboratorium, bahan ini sering ditemukan dalam berbagai eksperimen terkait reaksi redoks, sintesis senyawa kompleks, dan analisis kimia.
Copper(II) Hydroxide memiliki warna biru kehijauan yang khas dan bersifat amfoterik, artinya dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan perubahan pH atau reaksi redoks. Selain itu, bahan ini memiliki tingkat kestabilan yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, Copper(II) Hydroxide digunakan secara luas dalam pendidikan dan penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari kurikulum kimia di berbagai universitas dan sekolah menengah atas. Selain itu, para peneliti juga menggunakan bahan ini dalam pengembangan teknologi baru, terutama dalam bidang material dan lingkungan.
- Sebagai katalis dalam reaksi kimia redoks untuk mempercepat proses reaksi.
- Digunakan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion tembaga dalam larutan.
- Bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks logam untuk penelitian material.
- Dapat digunakan dalam eksperimen kimia dasar untuk mempelajari sifat amfoterik senyawa logam.
- Sebagai bahan reaktif dalam pembuatan pigmen atau bahan warna tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 20427-59-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berwarna biru kehijauan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Copper(II) Hydroxide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontak dengan udara dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang bersifat asam atau basa kuat, karena dapat menyebabkan reaksi berbahaya.
- CUDENNEC dkk. (1990). ChemInform Abstract: Synthesis and Study of Copper Ammine Hydroxide and Copper Hydroxide Hydrates Cu(OH)2NH3·H2O (I) and Cu(OH)2·H2O (II).. ChemInform doi:10.1002/chin.199039006
- European Food Safety Authority (2013). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of confirmatory data submitted for the active substance Copper (I), copper (II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper (I) oxide, Bordeaux mixtur. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2013.3235
- European Food Safety Authority (EFSA) (2018). Outcome of the consultation with Member States, the applicant and EFSA on the pesticide risk assessment for copper compounds copper(I), copper(II) variants namely copper hydroxide, copper oxychloride, tribasic copper sulfate, copper(I) oxide, Bordeaux mixture in light of confirmatory data. EFSA Supporting Publications doi:10.2903/sp.efsa.2018.en-1486
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
