TCI
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Deskripsi
2-Chloro-6-methylbenzothiazole adalah senyawa heterosiklik yang menggabungkan kerangka benzotiazol dengan atom klor pada posisi 2 dan gugus metil pada posisi 6. Kerangka benzotiazol sendiri merupakan motif yang sangat sering dijumpai pada molekul aktif biologis, pewarna, dan bahan fungsional, sehingga senyawa ini banyak diposisikan sebagai bahan awal (building block) dalam sintesis organik. Di laboratorium, peranannya adalah menyediakan inti heterosiklik yang sudah terbentuk sekaligus titik reaktif yang siap difungsionalisasi, sehingga peneliti dapat memangkas beberapa tahap sintesis dan langsung berfokus pada pembangunan struktur target.
Sifat utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah reaktivitas atom klor pada posisi 2 cincin tiazol. Posisi tersebut bersifat kekurangan elektron karena diapit atom nitrogen dan sulfur, sehingga klor menjadi gugus pergi yang baik dalam reaksi substitusi nukleofilik aromatik. Berbagai nukleofil seperti amina, alkohol, tiol, maupun anion heterosiklik dapat dipasangkan pada posisi itu dengan kondisi yang relatif sederhana. Gugus metil pada cincin benzena memberikan sedikit efek pendonor elektron dan sekaligus menjadi penanda struktur yang berguna saat analisis NMR. Kombinasi ini menghasilkan bahan awal yang reaktif namun tetap mudah ditangani.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan senyawa ini pada riset kimia organik sintesis, kimia medisinal, dan kimia bahan, khususnya ketika menyusun pustaka senyawa turunan benzotiazol untuk penapisan aktivitas. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai dengan pola kerja riset kampus yang umumnya berjalan pada skala milimol, sehingga bahan dapat dipakai untuk optimasi kondisi reaksi terlebih dahulu sebelum diperbesar skalanya, tanpa menyisakan stok berlebih yang sulit disimpan lama.
Aplikasi Laboratorium
- Substitusi nukleofilik aromatik: atom klor pada posisi 2 mudah digantikan amina, tiol, atau alkoholat sehingga menghasilkan turunan benzotiazol secara efisien.
- Sintesis kandidat obat: kerangka benzotiazol banyak dijumpai pada senyawa bioaktif sehingga bahan ini berguna menyusun pustaka senyawa untuk penapisan aktivitas farmakologi.
- Pembuatan zat warna dan pewarna fungsional: inti benzotiazol berperan sebagai kromofor dan akseptor elektron dalam rancangan molekul berwarna maupun berpendar.
- Reaksi kopling terkatalisis logam: posisi karbon–klor dapat dimanfaatkan pada reaksi pembentukan ikatan karbon–karbon maupun karbon–nitrogen dengan katalis paladium.
- Pengembangan ligan dan bahan koordinasi: atom nitrogen dan sulfur pada cincin menyediakan situs donor yang menarik untuk merancang kompleks logam transisi.
Spesifikasi
- Merek: TCI (Tokyo Chemical Industry)
- Nomor CAS: 3507-26-4
- Kategori: Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
- Varian/kemasan: 1 g dan 5 g
- Bentuk fisik: bahan padat pada suhu ruang; rujuk keterangan pada label dan lembar data batch
- Catatan penyimpanan: simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung dari kelembapan
Penanganan dan Penyimpanan
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi, jauh dari nukleofil kuat, basa kuat, serta sumber panas. Karena posisi karbon–klor bersifat reaktif terhadap nukleofil, kelembapan dan kontaminasi sebaiknya dihindari agar mutu bahan tetap terjaga; penyimpanan di dalam desikator merupakan langkah yang bijak pada iklim lembap. Lakukan penimbangan di lemari asam atau ruang berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu bahan, dan tangani seluruh limbah melalui jalur pengelolaan limbah kimia institusi.
English
2-Chloro-6-methylbenzothiazole is a heterocyclic building block featuring a benzothiazole core with a reactive chlorine at the 2-position and a methyl substituent on the fused benzene ring. The electron-deficient C2 position, flanked by nitrogen and sulfur, makes the chlorine an excellent leaving group for nucleophilic aromatic substitution with amines, thiols, and alkoxides under comparatively mild conditions, while the same site can also participate in palladium-catalyzed cross-coupling chemistry. Because the benzothiazole motif appears frequently in bioactive molecules, dyes, and functional materials, this intermediate is widely used in medicinal chemistry library synthesis, fluorescent dye development, ligand design for transition metal complexes, and general heterocyclic methodology work at research scale.
Dokumen Keamanan & Mutu
Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.
Contoh CoA segera tersedia.Bagikan

Produk Terkait
-
CacothelineMonohydrate TCI C0001
Harga reguler Dari Rp 1.181.250,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.181.250,00 -
CaffeicAcid TCI C0002
Harga reguler Dari Rp 1.004.850,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.004.850,00 -
Calcein(mixtureofisomers)[forFluorometricDeterminationofCa] TCI C0004
Harga reguler Dari Rp 1.859.550,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.859.550,00 -
(+/-)-Camphene(containsca.20%Tricyclene) TCI C0009
Harga reguler Dari Rp 592.200,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 592.200,00 -
(+)-Camphor TCI C0010
Harga reguler Dari Rp 532.350,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 532.350,00 -
(+/-)-Camphor TCI C0011
Harga reguler Dari Rp 532.350,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 532.350,00 -
(+)-CamphoricAcid TCI C0012
Harga reguler Dari Rp 1.358.700,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 1.358.700,00 -
(1R)-CamphorOxime TCI C0013
Harga reguler Dari Rp 856.800,00Harga regulerHarga obral Dari Rp 856.800,00