Cobalt(II,III) Oxide (Co₃O₄) adalah senyawa oksida logam yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses katalitik. Bahan ini memiliki struktur kristal kompleks dan merupakan campuran dari oksida Co(II) dan Co(III), yang memberikan sifat katalitik yang sangat baik. Dalam laboratorium, Cobalt(II,III) Oxide sering digunakan sebagai katalis dalam reaksi oksidasi dan reduksi, terutama dalam sintesis senyawa organik dan anorganik. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, bahan ini juga digunakan dalam pembuatan bahan elektroda, cat, dan bahan pengoksidasi.
Cobalt(II,III) Oxide memiliki sifat kimia yang unik, yaitu kemampuannya untuk berperan sebagai katalis yang sangat efektif dalam berbagai kondisi reaksi. Bahan ini tidak mudah larut dalam air dan memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam lingkungan laboratorium yang beragam. Karena daya tahan dan reaktivitasnya, Cobalt(II,III) Oxide menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi katalitik dan kimia anorganik.
Di laboratorium Indonesia, Cobalt(II,III) Oxide digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen pendidikan tinggi, seperti dalam pembuatan bahan elektroda, studi reaksi katalitik, dan pengujian sifat kimia berbagai senyawa. Karena kehandalannya, bahan ini sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan kimia berkualitas tinggi.
- Sebagai katalis dalam reaksi oksidasi dan reduksi untuk sintesis senyawa organik
- Digunakan dalam pembuatan bahan elektroda untuk sel bahan bakar dan baterai
- Mempercepat reaksi kimia dalam proses pengolahan limbah industri
- Bahan utama dalam pembuatan pigmen dan cat dengan warna biru dan merah
- Dalam penelitian material inorganik untuk pengembangan bahan konduktor dan superkonduktor
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1308-06-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan |
Cobalt(II,III) Oxide harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara dan jauh dari sumber air atau kelembapan. Bahan ini bersifat tidak mudah larut dan relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan air atau bahan kimia lain yang bisa bereaksi. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Selalu simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitas bahan.
- Becker dkk. (2002). Synthesis of tetrakis(alkylisocyanide)bis(triphenylstibine)cobalt(II) and tetrakis(alkylisocyanide)bis(triphenylstibine oxide)cobalt(III) complexes: ligand substitution and oxidation in pentakis(alkylisocyanide)cobalt(II). Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/s0020-1693(02)00858-7
- Manhas dkk. (1995). Spectral and magnetic studies on normal cobalt(II) planar and cobalt(III) octahedral, spin-crossover cobalt(III) octahedral and planar-tetrahedral cobalt(II) carbodithioates. Polyhedron doi:10.1016/0277-5387(95)00178-u
- Kerridge dkk. (1993). Molten Calcium Nitrate Tetrahydrate: Spectroscopy of Chromium(III), Cobalt(II), Nickel(II) and Copper(II) Nitrates and Some Complexes of Nickel(II) and Cobalt(III). Australian Journal of Chemistry doi:10.1071/ch9930917
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
