Chromium(III) Oxide (Cr₂O₃) adalah senyawa anorganik yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Bahan ini memiliki struktur kristal yang stabil dan sifat kimia yang unik, menjadikannya bahan yang sangat berharga dalam reaksi kimia yang memerlukan katalis berbasis logam transisi. Dalam laboratorium, Chromium(III) Oxide sering digunakan sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks, proses reduksi, serta dalam analisis kimia kuantitatif.
Chromium(III) Oxide memiliki sifat kimia yang tidak reaktif secara berlebihan, tetapi tetap dapat bereaksi dengan bahan kimia tertentu seperti asam kuat atau basa kuat. Bahan ini juga memiliki tingkat kepadatan yang tinggi dan daya tahan terhadap panas yang baik, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan stabilitas fisik dan kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi, Chromium(III) Oxide menjadi pilihan yang aman dan efektif dalam berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium Indonesia, Chromium(III) Oxide digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis dan analisis kimia. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proses pembuatan bahan kimia industri, seperti pigmen dan bahan bantu dalam produksi cat. Dengan ketersediaan yang stabil dan harga yang kompetitif, Chromium(III) Oxide menjadi pilihan utama untuk kebutuhan laboratorium lokal.
- Sebagai katalis dalam reaksi oksidasi dan reduksi kimia
- Digunakan dalam proses sintesis senyawa kompleks logam transisi
- Bahan bantu dalam analisis kimia kuantitatif dan kualitatif
- Komponen utama dalam pembuatan pigmen dan bahan warna
- Aplikasi dalam penelitian material inorganik dan struktur kristal
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1308-38-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 100g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Chromium(III) Oxide harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber air atau kelembapan untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering, serta menjauh dari bahan kimia yang bersifat asam atau basa kuat. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan.
- Gaballah dkk. (1998). Kinetics of chlorination and oxychlorination of chromium (III) oxide. Metallurgical and Materials Transactions A doi:10.1007/s11661-998-0256-1
- Mohite dkk. (2015). Biotransformation of hexavalent chromium into extracellular chromium(III) oxide nanoparticles using Schwanniomyces occidentalis. Biotechnology Letters doi:10.1007/s10529-015-2009-8
- Hiroishi (1998). Hydrolysis of Chromium(III) Ion and Solubility of Chromium(III) Oxide in High Temperature Water. Mineralogical Magazine doi:10.1180/minmag.1998.62a.1.330
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
