Camalexin adalah senyawa alkaloid yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam studi tentang respons tanaman terhadap stres lingkungan. Bahan ini memiliki peran penting dalam penelitian biokimia dan farmakologi, terutama dalam pengujian aktivitas biologis senyawa tertentu. Camalexin sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain atau sebagai agen pengujian dalam berbagai eksperimen laboratorium. Dalam konteks penelitian, senyawa ini juga digunakan untuk mempelajari mekanisme pertahanan tanaman terhadap patogen dan lingkungan yang tidak optimal.
Camalexin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses pemisahan. Selain itu, Camalexin memiliki struktur molekul yang kompleks namun tetap dapat diproduksi secara konsisten, sehingga memudahkan peneliti dalam penggunaan dan pengaturan dosis. Ketersediaan dalam bentuk kemasan kecil seperti 25mg juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil maupun skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Camalexin sering digunakan dalam penelitian bidang biologi tumbuhan, farmakologi, dan biokimia. Bahan ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang melibatkan uji aktivitas antioksidan, pengujian toksisitas, dan studi mekanisme respons tanaman terhadap lingkungan. Karena kehandalannya dan kestabilannya, Camalexin menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Camalexin digunakan untuk uji aktivitas antioksidan karena kemampuannya menetralkan radikal bebas.
- Bahan ini cocok untuk penelitian respons tanaman terhadap stres lingkungan karena sifat kimianya yang stabil.
- Camalexin sering digunakan dalam sintesis senyawa biokimia untuk pengembangan obat baru.
- Bahan ini digunakan dalam uji toksisitas untuk mengevaluasi dampak senyawa tertentu terhadap sel.
- Camalexin menjadi bahan utama dalam penelitian mekanisme pertahanan tanaman terhadap patogen.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 135531-86-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids |
| Ukuran kemasan | 25mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin |
Camalexin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil juga dianjurkan untuk menjaga kualitas bahan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, harus memperhatikan kebersihan alat dan menghindari kontaminasi. Selain itu, Camalexin harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah paparan langsung pada kulit atau mata. Penggunaan bahan ini sebaiknya dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol dan sesuai dengan protokol keselamatan kimia.
- Glawischnig (2007). Camalexin. Phytochemistry doi:10.1016/j.phytochem.2006.12.005
- Schlaeppi dkk. (2010). Disease resistance of Arabidopsis to Phytophthora brassicae is established by the sequential action of indole glucosinolates and camalexin. The Plant Journal doi:10.1111/j.1365-313x.2010.04197.x
- Fürstner dkk. (1995). Syntheses of camalexin, indolopyridocoline and flavopereirine. Tetrahedron doi:10.1016/0040-4020(94)00987-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAlkaloidsIndole Alkaloids
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antitumor Research Reagents (for Experimental Use)
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antitumor Research Reagents (for Experimental Use)
