Copper(II) Dimethyldithiocarbamate (CAS 137-29-1) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam bidang katalisis dan kimia anorganik. Bahan ini sering ditemukan dalam reaksi kompleks yang melibatkan logam transisi, seperti tembaga, yang memiliki kemampuan katalitik yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai katalis atau reaktan dalam proses sintesis senyawa organik dan anorganik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan untuk mempercepat reaksi kimia tanpa terlibat secara langsung dalam produk akhir.
Copper(II) Dimethyldithiocarbamate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan oksidasi. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan interaksi dengan berbagai jenis molekul lainnya. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan spesifisitas reaksi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai proses kimia.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian di bidang kimia anorganik, katalisis, dan sintesis senyawa kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan senyawa ini dalam eksperimen yang bertujuan untuk memahami sifat kimia logam transisi dan aplikasinya dalam industri. Ketersediaan senyawa ini di pasar lokal juga memudahkan para peneliti untuk memenuhi kebutuhan eksperimen mereka tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sebagai katalis dalam reaksi kimia yang melibatkan logam transisi untuk meningkatkan efisiensi reaksi.
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi dan spesifisitas reaksi.
- Berperan dalam reaksi oksidasi dan reduksi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
- Dimanfaatkan dalam penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas logam transisi dalam lingkungan laboratorium.
- Dapat digunakan dalam proses pembuatan senyawa dithiocarbamat yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan industri.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 137-29-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
Copper(II) Dimethyldithiocarbamate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari kelembapan serta paparan udara bebas. Senyawa ini sangat sensitif terhadap oksidasi, sehingga wadah harus tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk mempertahankan kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- SCHARF dkk. (2007). The effects of the wood preservative copper dimethyldithiocarbamate in the hippocampus of maternal and newborn Long-Evans rats. Toxicology Letters doi:10.1016/j.toxlet.2007.08.017
- Malik dkk. (2002). Spectrophotometric Determination of Ziram in a Commercial Sample and Wheat by Extraction of Its Copper Dimethyldithiocarbamate Complex into Molten Naphthalene. Journal of AOAC INTERNATIONAL doi:10.1093/jaoac/85.1.146
- Kharisov dkk. (1999). DIRECT SYNTHESIS OF COPPER DIMETHYLDITHIOCARBAMATE DERIVATIVES: AN OPTIMIZATION USING ULTRASONIC TREATMENT. Journal of Coordination Chemistry doi:10.1080/00958979908024548
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

