2,4-Dimethylthiazole adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, yang memiliki struktur dasar thiazole dengan substitusi pada posisi 2 dan 4. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam bidang farmakologi dan kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan yang sangat penting untuk membangun senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
2,4-Dimethylthiazole memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena sifatnya yang reaktif terhadap berbagai kondisi. Senyawa ini memiliki aroma khas yang memudahkan identifikasi visual, serta memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses isolasi dan purna-penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian terkait sintesis senyawa farmakologis, pengembangan bahan kimia baru, serta dalam studi aktivitas biologis senyawa heterosiklik. Keberadaannya dalam pasar lokal menunjukkan kebutuhan akan bahan baku yang berkualitas dan terjangkau untuk penelitian ilmiah.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Pengujian aktivitas antioksidan pada senyawa heterosiklik
- Penelitian kimia organik dalam bidang material dan polimer
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi bahan kimia industri
- Studi struktur dan reaktivitas senyawa heterosiklik dalam reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 541-58-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
2,4-Dimethylthiazole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia dengan tutup yang rapat. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko paparan langsung.
- Burdock dkk. (1990). Acute Oral Toxicity (LD 50 ) Study in the Rat with 4,5-Dimethylthiazole. Journal of the American College of Toxicology doi:10.1177/109158189000100215
- Al Hariri dkk. (1998). Selective Bromination of 4,5-Dimethylthiazole withN-Bromosuccinimide. European Journal of Organic Chemistry doi:10.1002/(sici)1099-0690(199804)1998:4<593::aid-ejoc593>3.0.co;2-f
- Evren dkk. (2021). Design and Efficient Synthesis of Novel 4,5-Dimethylthiazole-Hydrazone Derivatives and their Anticancer Activity. Letters in Drug Design & Discovery doi:10.2174/1570180817999201022192937
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

