2,3-Dihydroxybenzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus hidroksil dan satu gugus aldehida, menjadikannya sangat reaktif dan berguna dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun struktur molekul yang lebih besar, seperti dalam sintesis senyawa heterosiklik atau senyawa dengan aktivitas biologis.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan reaktivitas tinggi, 2,3-Dihydroxybenzaldehyde menjadi pilihan utama dalam reaksi seperti kondensasi, reduksi, dan substitusi. Senyawa ini juga memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi tertentu, sehingga mudah disimpan dan digunakan dalam berbagai eksperimen. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati dan kebersihan lingkungan kerja yang tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program studi yang fokus pada sintesis senyawa baru atau pengembangan obat. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa baru dalam penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses sintesis kimia organik
- Eksperimen reaksi reduksi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur berbeda
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 24677-78-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara bebas untuk mencegah degradasi. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
- (2018). Synthesis, Characterization Antimicrobial and Antioxidant Activities of 2,4-dihydroxybenzaldehyde-4-phenyl-3-thiosemicarbazone (DHBPTSC) and its Pd(II), Ni(II)dppm Mixed Ligand and Cu(II) Complex having Heterocyclic Bases. Journal of Applied Pharmaceutical Science doi:10.7324/japs.2018.8410
- Eftemie dkk. (2025). Luminescent tetranuclear zinc complexes constructed from a tetradentate Schiff-base ligand derived from 2,3-dihydroxybenzaldehyde. Journal of Coordination Chemistry doi:10.1080/00958972.2024.2448517
- Hyun dkk. (2012). Photo-protection by 3-bromo-4, 5-dihydroxybenzaldehyde against ultraviolet B-induced oxidative stress in human keratinocytes. Ecotoxicology and Environmental Safety doi:10.1016/j.ecoenv.2012.06.010
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
