2,2-Dimethylthiazolidine adalah senyawa kimia yang memiliki struktur heterosiklik dan digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti pembuatan obat, bahan kimia industri, dan penelitian material. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memiliki potensi untuk bereaksi dengan berbagai reagen lain, membentuk senyawa baru yang memiliki sifat unik.
2,2-Dimethylthiazolidine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap rentan terhadap reaksi oksidasi atau hidrolisis. Senyawa ini memiliki aroma khas dan berwarna cairan tidak berwarna. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam laboratorium yang membutuhkan presisi dan kontrol lingkungan kimia.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Banyak institusi penelitian dan universitas memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur kompleks dan reaktivitas tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru karena kemampuannya dalam membentuk struktur kompleks.
- Reaksi kimia organik dalam penelitian material untuk menciptakan senyawa dengan sifat khusus.
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam analisis kimia untuk mengetahui respons terhadap berbagai kondisi.
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur molekul tertentu untuk aplikasi praktis.
- Penelitian tentang efek kimia pada lingkungan untuk memahami dampak senyawa tertentu terhadap ekosistem.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 19351-18-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,2-Dimethylthiazolidine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tidak bereaksi dengan senyawa ini. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Senyawa ini bersifat kimia yang memerlukan kehati-hatian dalam penggunaan dan penyimpanan untuk memastikan keselamatan dan kualitas bahan.
- Peters dkk. (1993). Crystal structure of 2S,4S-2,4-carboxymethyl- 1,3-dimethylthiazolidine hydrochloride. Zeitschrift für Kristallographie - Crystalline Materials doi:10.1524/zkri.1993.206.12.267
- MARTEM'YANOVA dkk. (1994). ChemInform Abstract: Influence of Substituents in the Salicylaldehyde Molecule on the Reaction with 2‐Imino‐3,5‐dimethylthiazolidine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199405164
- Qin dkk. (2014). Study on Synthesis of Tert-Butyl(4R)-4-(Methoxymethylcarbamoyl)-2,2-Dimethylthiazolidine-3- Carboxylate. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.1033-1034.555
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

