TCI D2051 4,4'-Diisocyanato-3,3'-dimethylbiphenyl adalah monomer diisosianat aromatik yang digunakan dalam penelitian polimer, khususnya pembuatan poliuretan dan poliurea. Molekulnya berupa inti bifenil kaku dengan dua gugus isosianat pada posisi para dan dua gugus metil pada posisi yang berdekatan. Gugus isosianat sangat reaktif terhadap gugus hidroksil dan amino, sehingga bahan ini menjadi komponen kunci pada reaksi pembentukan rantai polimer bertahap. Di laboratorium material, monomer semacam ini dipakai untuk merancang elastomer, pelapis, perekat, dan film berkinerja tinggi.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kekakuan inti bifenil yang menghasilkan segmen keras dengan keteraturan tinggi pada rantai poliuretan. Segmen keras yang kaku dan simetris mendorong pembentukan domain teratur melalui ikatan hidrogen antar gugus uretan atau urea, yang berdampak pada kekuatan tarik, modulus, dan ketahanan termal material. Gugus metil di dekat gugus isosianat memberi hambatan sterik ringan sehingga reaktivitasnya lebih terkendali dibanding diisosianat aromatik tanpa substituen, dan hal ini membantu mengatur laju reaksi serta kemampuan proses. Sebagai konsekuensi reaktivitas tinggi, bahan ini sangat peka terhadap air dan harus dijaga dalam kondisi anhidrat.
Di Indonesia, monomer diisosianat aromatik dipakai pada penelitian poliuretan di universitas dan laboratorium pengembangan industri pelapis, perekat, serta komposit. Pilihan kemasan 25 g dan 250 g memungkinkan penyesuaian antara percobaan formulasi skala kecil dan pembuatan sampel polimer yang lebih besar untuk pengujian mekanik. Kelembapan udara tropis merupakan tantangan nyata bagi bahan ini, sehingga penyimpanan tertutup dengan gas inert dan pengelolaan wadah yang disiplin menjadi keharusan.
- Sintesis poliuretan: gugus isosianat bereaksi dengan poliol membentuk ikatan uretan, sehingga bahan ini menjadi komponen segmen keras pada elastomer.
- Pembuatan poliurea: reaksi dengan diamina menghasilkan segmen urea yang berikatan hidrogen kuat dan meningkatkan ketahanan termal serta mekanik material.
- Penelitian perekat dan pelapis: inti bifenil kaku membantu menghasilkan lapisan dengan kekerasan, daya lekat, dan ketahanan yang baik untuk dikaji.
- Sintesis prapolimer terminasi isosianat: monomer ini dipakai menyiapkan prapolimer yang kemudian dipanjangkan rantainya pada tahap formulasi berikutnya.
- Kajian hubungan struktur dan sifat polimer: substituen metil memungkinkan peneliti membandingkan pengaruh hambatan sterik terhadap morfologi domain dan kinerja bahan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 91-97-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | padatan (mohon konfirmasi pada label dan lembar data batch) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat dalam kondisi anhidrat, sejuk, dan sesuai anjuran produsen |
Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, sebaiknya di bawah atmosfer gas inert karena gugus isosianat bereaksi dengan uap air dan dapat menimbulkan penumpukan tekanan gas di dalam wadah. Buka wadah dengan hati-hati setelah bahan mencapai suhu ruang, dan timbang cepat di lingkungan kering atau glove box. Isosianat merupakan bahan yang dapat menyebabkan sensitisasi pernapasan dan kulit, sehingga wajib bekerja di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Jauhkan dari air, alkohol, amina, dan basa kuat.
—
