TCI D2102 1,2-Diamino-2-methylpropane adalah diamina alifatik rantai pendek yang membawa dua gugus amina primer pada posisi bersebelahan, dengan salah satu karbon bersifat kuartener akibat gugus metil tambahan. Dalam laboratorium ilmu material dan polimer, senyawa cair ini digolongkan sebagai monomer, yakni bahan penyusun yang bereaksi membentuk rantai atau jaringan makromolekul. Dua gugus amina primernya menjadikan molekul ini bifungsional, sehingga mampu bereaksi dengan diasam, diester, diisosianat, maupun resin epoksi untuk membangun poliamida, poliurea, atau jaringan termoset yang terikat silang.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah geometri 1,2-diamina yang sangat cocok membentuk cincin khelat beranggota lima ketika mengikat ion logam, ditambah adanya halangan sterik dari gugus metil pada karbon kuartener. Halangan sterik ini memberi perbedaan reaktivitas antara amina primer pada karbon tersier dan amina pada karbon primer, sehingga membuka peluang fungsionalisasi selektif yang tidak dimiliki diamina simetris. Sebagai cairan, bahan ini mudah ditakar dengan mikropipet atau syringe dan cepat larut dalam banyak pelarut polar, yang memudahkan penyiapan larutan stok maupun penambahan bertahap ke dalam reaksi eksotermik.
Di Indonesia, bahan ini banyak diperlukan laboratorium kimia polimer, kimia koordinasi, dan riset material fungsional di kampus maupun pusat penelitian, termasuk pada kajian pengeras epoksi dan sintesis ligan. Kemasan 5 mL sesuai untuk percobaan penapisan skala kecil dengan risiko pemborosan minimal, sedangkan 25 mL mendukung rangkaian pengujian formulasi dan sintesis ligan yang lebih intensif.
- Sintesis poliamida dan poliurea, karena kedua gugus amina primer dapat bereaksi dengan monomer bifungsional pasangannya membentuk rantai polimer yang tumbuh bertahap.
- Pengerasan resin epoksi, sebab amina primer membuka cincin epoksida dan membentuk jaringan ikat silang yang menentukan kekakuan serta ketahanan termal produk.
- Sintesis ligan khelat untuk kimia koordinasi, karena susunan 1,2-diamina membentuk cincin khelat beranggota lima yang stabil dengan berbagai ion logam transisi.
- Pembuatan senyawa antara kimia medisinal, mengingat gugus amina bebas mudah diasilasi, disulfonilasi, atau diubah menjadi turunan heterosiklik bernitrogen.
- Riset material fungsional penangkap karbon dioksida, karena gugus amina primer dikenal mengikat karbon dioksida sehingga berguna pada kajian sorben berbasis amina.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 811-93-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 5 mL dan 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat; ikuti petunjuk label serta SDS |
Simpan cairan ini dalam wadah asli yang tertutup sangat rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat, bahan pengoksidasi, dan sumber panas. Sebagai amina alifatik, bahan bersifat basa, korosif terhadap jaringan, berbau menyengat, dan mudah menyerap karbon dioksida maupun uap air dari udara, sehingga botol tidak boleh dibiarkan terbuka. Tangani sepenuhnya di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Tambahkan secara perlahan pada reaksi yang bersifat eksotermik, sediakan pancuran mata di dekat area kerja, serap tumpahan dengan bahan inert, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
