Dihydrojasmonic Acid adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai penelitian bioteknologi tanaman. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks dan berperan penting dalam studi metabolisme sekunder tanaman, terutama dalam pengembangan senyawa bioaktif. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas farmakologis atau biologis. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, Dihydrojasmonic Acid menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan presisi tinggi.
Dihydrojasmonic Acid memiliki sifat kimia yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai reaktan dalam kondisi tertentu. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian ilmiah yang memerlukan standar ketat. Selain itu, Dihydrojasmonic Acid tidak mudah terdegradasi dalam kondisi penyimpanan normal, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Dihydrojasmonic Acid digunakan dalam penelitian bioteknologi tanaman, khususnya dalam studi tentang senyawa bioaktif dan metabolisme tanaman. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang pengembangan obat alami dan bahan aktif tanaman. Karena kehandalannya dalam berbagai eksperimen, senyawa ini menjadi bahan yang diminati oleh para peneliti dan institusi pendidikan di Indonesia.
- Penelitian metabolisme sekunder tanaman untuk pengembangan senyawa bioaktif
- Sintesis senyawa farmakologis dari bahan baku alami
- Studi aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi pada ekstrak tanaman
- Pengembangan bahan aktif untuk produk kosmetik alami
- Eksperimen bioteknologi yang memerlukan senyawa kimia stabil dan presisi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3572-64-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Molecular Biology > Plant Biotechnology |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Dihydrojasmonic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan di suhu kamar dan jauh dari sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Schwarzkopf dkk. (1992). In vitro Glucosylation of Dihydrojasmonic Acid and Abscisic Acid. Biochemie und Physiologie der Pflanzen doi:10.1016/s0015-3796(11)80263-5
- Meyer dkk. (1991). Cucurbic Acid Related Metabolites of the Plant Growth Regulator Dihydrojasmonic Acid in Barley (Hordeum vulgare)1. Biochemie und Physiologie der Pflanzen doi:10.1016/s0015-3796(11)80047-8
- Meyer dkk. (1991). Amino acid conjugates as metabolites of the plant growth regulator dihydrojasmonic acid in barley (Hordeum vulgare). Journal of Plant Growth Regulation doi:10.1007/bf02279306
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
