TCI D3478 adalah diklorometana (dichloromethane) kualitas anhidrat yang distabilkan dengan 2-metil-2-butena. Diklorometana merupakan pelarut terhalogenasi yang sangat sering dipakai di laboratorium kimia karena kemampuannya melarutkan berbagai senyawa organik, mulai dari senyawa nonpolar hingga senyawa berpolaritas menengah. Versi anhidrat berarti kandungan airnya telah diturunkan dan dikendalikan, sehingga pelarut ini layak dipakai pada reaksi yang sensitif terhadap kelembapan. Di meja kerja, bahan ini berfungsi sebagai media reaksi, pelarut ekstraksi, pelarut kromatografi, serta pelarut pencuci peralatan gelas dan pemindahan zat.
Sifat yang membuat pelarut ini banyak dipilih adalah titik didihnya yang rendah sehingga mudah diuapkan dengan rotary evaporator tanpa memanaskan produk secara berlebihan, kerapatannya yang lebih tinggi daripada air sehingga membentuk fasa bawah yang jelas saat ekstraksi cair-cair, serta kelarutannya yang terbatas dalam air sehingga pemisahan fasa berlangsung tegas. Diklorometana juga relatif inert terhadap banyak reagen organik. Penambahan 2-metil-2-butena berfungsi sebagai penstabil yang menangkap radikal dan memperlambat pembentukan produk penguraian berasam selama penyimpanan, sehingga mutu pelarut lebih terjaga sepanjang masa pakai botol.
Di laboratorium Indonesia yang beriklim tropis dengan kelembapan udara tinggi, pelarut anhidrat memiliki nilai praktis besar karena air atmosfer mudah masuk ke dalam sistem reaksi dan menggagalkan percobaan yang memakai reagen organologam atau katalis peka air. Kemasan 500 mL sesuai untuk kebutuhan riset laboratorium universitas dan laboratorium pengembangan produk, baik untuk sintesis skala kecil maupun untuk analisis instrumen. Penggunaannya wajib dilakukan di dalam lemari asam yang berfungsi baik.
- Media reaksi sintesis organik bebas air: pelarut anhidrat mencegah hidrolisis reagen sensitif sehingga reaksi seperti asilasi, oksidasi, dan proteksi gugus fungsi berjalan lebih terkendali.
- Ekstraksi cair-cair: kerapatan yang lebih besar daripada air dan kelarutan air yang rendah membuat batas fasa terlihat jelas sehingga perolehan analit atau produk lebih efisien.
- Kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis: dipakai tunggal atau dicampur metanol dan heksana untuk mengatur polaritas eluen sesuai kepolaran senyawa yang dipisahkan.
- Pelarut pembawa untuk preparasi sampel instrumen: mudah diuapkan pada suhu rendah sehingga sampel dapat dipekatkan tanpa merusak senyawa yang bersifat termolabil.
- Pencucian dan pembilasan peralatan gelas berminyak: kemampuannya melarutkan residu lemak, resin, dan produk samping organik membantu membersihkan alat sebelum pemakaian berikutnya.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 75-09-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Solvents > Anhydrous Solvents |
| Ukuran kemasan | 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan pada wadah tertutup rapat di tempat sejuk, berventilasi, terlindung cahaya, dan jauh dari sumber panas. |
- Kode produk: TCI D3478, distabilkan dengan 2-metil-2-butena
Simpan botol dalam posisi tegak di lemari pelarut yang sejuk dan berventilasi, terlindung dari sinar matahari langsung serta jauh dari oksidator kuat, basa kuat, dan logam reaktif. Pertahankan tutup atau septum tetap rapat agar pelarut tidak menyerap uap air dan agar uap pelarut tidak lepas ke ruang kerja; pengambilan sebaiknya dilakukan dengan jarum suntik kering atau kanula di bawah aliran gas inert. Seluruh penuangan dan pemekatan wajib berlangsung di lemari asam karena uapnya berbahaya bila terhirup. Gunakan sarung tangan yang sesuai, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta kumpulkan limbah pada wadah limbah terhalogenasi terpisah.
—
