2,6-Dibromoaniline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus bromo yang terikat pada atom nitrogen, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa kompleks lainnya, seperti obat-obatan, pestisida, atau bahan kimia industri. Karena sifatnya yang stabil namun reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi coupling.
2,6-Dibromoaniline memiliki sifat kimia yang khas, yaitu polaritas tinggi dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina atau aseton. Sifat ini memudahkan proses pemisahan dan pemurnian dalam reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini relatif mudah ditemukan di pasar internasional, sehingga menjadi bahan yang mudah diperoleh bagi para peneliti. Karena kestabilannya dalam kondisi tertentu, senyawa ini juga cocok untuk penyimpanan jangka panjang jika disimpan dengan benar.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dibromoaniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses sintesis senyawa baru yang memiliki aplikasi luas dalam kehidupan sehari-hari. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi di berbagai institusi pendidikan dan industri di Indonesia.
- Sintesis senyawa obat-obatan dengan struktur kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan plastik
- Reaksi substitusi bromo pada senyawa aromatik
- Pengembangan material baru dengan sifat khusus
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 608-30-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
2,6-Dibromoaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi kulit atau mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang kering dan sejuk, serta hindari kontak langsung dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan aman untuk mencegah kecelakaan.
- Kádár dkk. (2001). The electrochemical oxidation of 4-bromoaniline, 2,4-dibromoaniline, 2,4,6-tribromoaniline and 4-iodoaniline in acetonitrile solution. Electrochimica Acta doi:10.1016/s0013-4686(01)00538-2
- Díaz dkk. (2003). Synthesis, characterization and electrical properties of poly(dibromoaniline-co-aniline)s. Journal of Materials Science doi:10.1023/a:1023961319841
- Wang dkk. (2022). Aquatic photolysis of the pharmaceutical ambroxol: The role of 2,4-dibromoaniline chromophore and heavy atom effect of bromine. Water Research doi:10.1016/j.watres.2022.119275
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
