MSDS (SDS) Bahan Kimia: Arti, 16 Bagian, dan Cari SDS & CoA

MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah lembar data keselamatan bahan kimia. Sejak penerapan GHS (Globally Harmonized System), dokumen ini disebut SDS (Safety Data Sheet); di Indonesia juga dikenal sebagai LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan). Halaman ini menjelaskan arti MSDS, isi 16 bagiannya, cara membaca piktogram bahaya, dan menyediakan pencarian SDS & CoA untuk produk di AMI Scientific.

Cari SDS & CoA

Produk TCI: SDS dapat diunduh langsung dan CoA tersedia per nomor lot. Sebagian besar botol TCI juga memiliki kode 2D di tutupnya yang dapat dipindai untuk membuka CoA dan SDS lot tersebut. Untuk produk lain, SDS dan CoA dikirim bersama quotation/pesanan atau atas permintaan.

MSDS bahan kimia umum

ZatBahaya GHSCAS
MSDS Amonia (Larutan Amonium Hidroksida) (NH3 / NH4OH)BAHAYA1336-21-6
MSDS Asam Asetat (CH3COOH)BAHAYA64-19-7
MSDS Asam Nitrat (HNO3)BAHAYA7697-37-2
MSDS Aseton (C3H6O)BAHAYA67-64-1
MSDS Benzena (C6H6)BAHAYA71-43-2
MSDS Fenolftalein (Indikator PP) (C20H14O4)BAHAYA77-09-8
MSDS Glukosa (C6H12O6)Tidak diklasifikasikan50-99-7
MSDS Iodin (I2)BAHAYA7553-56-2
MSDS Kalium Hidroksida (KOH)BAHAYA1310-58-3
MSDS Kalium Iodida (KI)BAHAYA7681-11-0
MSDS Kalium Klorida (KCl)Tidak diklasifikasikan7447-40-7
MSDS Kalsium Klorida (CaCl2)BAHAYA10043-52-4
MSDS Kloroform (CHCl3)BAHAYA67-66-3
MSDS Metanol (CH3OH)BAHAYA67-56-1
MSDS Natrium Hidroksida (NaOH)BAHAYA1310-73-2
MSDS Natrium Karbonat (Na2CO3)PERINGATAN497-19-8
MSDS Natrium Klorida (NaCl)Tidak diklasifikasikan7647-14-5
MSDS Natrium Tiosulfat (Na2S2O3)Tidak diklasifikasikan7772-98-7
MSDS Parasetamol (C8H9NO2)BAHAYA103-90-2
MSDS Perak Nitrat (AgNO3)BAHAYA7761-88-8
MSDS Urea (CH4N2O)PERINGATAN57-13-6

Apa itu MSDS dan apa bedanya dengan SDS?

MSDS adalah singkatan dari Material Safety Data Sheet. Formatnya dulu berbeda-beda antarprodusen. GHS menyeragamkannya menjadi Safety Data Sheet (SDS) dengan 16 bagian berurutan, sehingga informasi yang sama selalu ada di bagian yang sama. Dalam praktik, istilah MSDS masih banyak dipakai untuk merujuk dokumen yang sama. Penerapan GHS di Indonesia diatur Peraturan Menteri Perindustrian No. 23/M-IND/PER/4/2013.

Fungsi MSDS: memberi tahu pengguna bahaya suatu bahan, cara menangani dan menyimpannya dengan aman, alat pelindung diri yang diperlukan, pertolongan pertama bila terjadi paparan, penanganan tumpahan dan kebakaran, serta cara membuangnya. Laboratorium, gudang, dan bagian K3 wajib menyimpan SDS untuk setiap bahan kimia yang dipakai.

16 bagian SDS menurut GHS

  1. Identifikasi
  2. Identifikasi bahaya
  3. Komposisi/informasi bahan
  4. Tindakan pertolongan pertama
  5. Tindakan pemadaman kebakaran
  6. Tindakan penanganan tumpahan
  7. Penanganan dan penyimpanan
  8. Pengendalian paparan/perlindungan diri
  9. Sifat fisika dan kimia
  10. Stabilitas dan reaktivitas
  11. Informasi toksikologi
  12. Informasi ekologi
  13. Pertimbangan pembuangan
  14. Informasi pengangkutan
  15. Informasi peraturan
  16. Informasi lain

Arti piktogram bahaya GHS

GHS01 – Mudah meledak
GHS01
Mudah meledak
GHS02 – Mudah menyala
GHS02
Mudah menyala
GHS03 – Pengoksidasi
GHS03
Pengoksidasi
GHS04 – Gas bertekanan
GHS04
Gas bertekanan
GHS05 – Korosif
GHS05
Korosif
GHS06 – Toksik akut
GHS06
Toksik akut
GHS07 – Berbahaya / iritan
GHS07
Berbahaya / iritan
GHS08 – Bahaya kesehatan
GHS08
Bahaya kesehatan
GHS09 – Bahaya lingkungan
GHS09
Bahaya lingkungan

Kata sinyal BAHAYA (Danger) dipakai untuk kategori bahaya yang lebih berat, PERINGATAN (Warning) untuk yang lebih ringan. Pernyataan bahaya diberi kode H (mis. H314), pernyataan kehati-hatian diberi kode P (mis. P280).

Ringkasan MSDS di situs ini disusun dari data GHS resmi TCI untuk tujuan informasi. Selalu rujuk SDS resmi produsen untuk produk dan lot yang Anda gunakan.