Simbol Bahan Kimia Berbahaya: Arti 9 Piktogram GHS dan Contohnya

Simbol bahan kimia berbahaya yang berlaku sekarang adalah 9 piktogram GHS (Globally Harmonized System): gambar hitam di dalam belah ketupat berbingkai merah. Simbol ini tercetak di label kemasan dan di bagian 2 MSDS/SDS, dan wajib dipakai di Indonesia menurut Peraturan Menteri Perindustrian No. 23/M-IND/PER/4/2013. Satu bahan bisa memiliki lebih dari satu simbol. Di bawah ini arti tiap simbol, kelas bahaya yang diwakilinya, cara menanganinya, dan contoh bahan kimia beserta halaman MSDS-nya.

GHS01 – Mudah meledak
Mudah meledak
GHS02 – Mudah menyala
Mudah menyala
GHS03 – Pengoksidasi
Pengoksidasi
GHS04 – Gas bertekanan
Gas bertekanan
GHS05 – Korosif
Korosif
GHS06 – Toksik akut
Toksik akut
GHS07 – Berbahaya / iritan
Berbahaya / iritan
GHS08 – Bahaya kesehatan
Bahaya kesehatan
GHS09 – Bahaya lingkungan
Bahaya lingkungan

Simbol GHS01: Mudah meledak

GHS01 – Mudah meledakBahan yang dapat meledak atau terurai dengan hebat karena panas, api, gesekan, atau benturan.

Kelas bahaya:

  • Bahan dan campuran eksplosif
  • Bahan swareaktif tipe A–B
  • Peroksida organik tipe A–B

Penanganan umum: Jauhkan dari panas, api, dan gesekan; jangan digerus atau dipanaskan dalam wadah tertutup.

Simbol GHS02: Mudah menyala

GHS02 – Mudah menyalaBahan yang mudah terbakar, atau melepaskan gas mudah terbakar saat terkena air atau udara.

Kelas bahaya:

  • Gas, aerosol, cairan, dan padatan mudah menyala
  • Bahan piroforik dan swapanas
  • Bahan yang melepaskan gas mudah menyala bila kena air
  • Bahan swareaktif dan peroksida organik

Penanganan umum: Jauhkan dari api, percikan, dan permukaan panas; simpan di lemari bahan mudah terbakar dalam wadah tertutup rapat.

Contoh bahan dengan simbol ini: Asam Asetat (CH3COOH), Aseton (C3H6O), Belerang (Sulfur) (S), Benzena (C6H6), Etil Asetat (C4H8O2), Metanol (CH3OH), Naftalena (C10H8), Toluena (C7H8), n-Heksana (C6H14)

Simbol GHS03: Pengoksidasi

GHS03 – PengoksidasiBahan pengoksidasi: dapat menyebabkan atau memperhebat kebakaran karena melepaskan oksigen.

Kelas bahaya:

  • Gas pengoksidasi
  • Cairan pengoksidasi
  • Padatan pengoksidasi

Penanganan umum: Simpan terpisah dari bahan mudah terbakar, bahan organik, dan pereduksi.

Contoh bahan dengan simbol ini: Asam Nitrat (HNO3), Hidrogen Peroksida (H2O2), Kalium Dikromat (K2Cr2O7), Perak Nitrat (AgNO3)

Simbol GHS04: Gas bertekanan

GHS04 – Gas bertekananGas di dalam tabung bertekanan. Dapat meledak bila dipanaskan; gas cair yang didinginkan dapat menyebabkan luka bakar dingin.

Kelas bahaya:

  • Gas terkompresi
  • Gas cair
  • Gas cair yang didinginkan
  • Gas terlarut

Penanganan umum: Ikat tabung dalam posisi tegak, jauhkan dari panas dan sinar matahari langsung, gunakan regulator yang sesuai.

Simbol GHS05: Korosif

GHS05 – KorosifBahan korosif: merusak kulit, mata, atau logam saat bersentuhan.

Kelas bahaya:

  • Korosif terhadap logam
  • Korosi kulit kategori 1
  • Kerusakan mata serius kategori 1

Penanganan umum: Kenakan sarung tangan tahan bahan kimia serta pelindung mata atau wajah; simpan asam dan basa terpisah.

Contoh bahan dengan simbol ini: Amonia (Larutan Amonium Hidroksida) (NH3 / NH4OH), Asam Asetat (CH3COOH), Asam Nitrat (HNO3), Asam Salisilat (C7H6O3), Fenol (C6H5OH), Hidrogen Peroksida (H2O2), Kalium Dikromat (K2Cr2O7), Kalium Hidroksida (KOH), Kalsium Klorida (CaCl2), Natrium Hidroksida (NaOH)

Simbol GHS06: Toksik akut

GHS06 – Toksik akutToksik akut: dalam jumlah kecil dapat menyebabkan keracunan berat atau kematian bila tertelan, terkena kulit, atau terhirup.

Kelas bahaya:

  • Toksisitas akut kategori 1–3 (oral, kulit, inhalasi)

Penanganan umum: Bekerja di lemari asam, jangan makan atau minum di laboratorium, simpan terkunci dan catat pemakaiannya.

Contoh bahan dengan simbol ini: Asam Nitrat (HNO3), Aspirin (Asam Asetilsalisilat) (C9H8O4), Barium Klorida (BaCl2), Fenol (C6H5OH), Kalium Dikromat (K2Cr2O7), Kalium Hidroksida (KOH), Kalium Kromat (K2CrO4), Kloroform (CHCl3)

Simbol GHS07: Berbahaya / iritan

GHS07 – Berbahaya / iritanTanda seru: bahaya kesehatan yang lebih ringan, seperti iritasi atau keracunan ringan.

Kelas bahaya:

  • Toksisitas akut kategori 4
  • Iritasi kulit dan iritasi mata kategori 2
  • Sensitisasi kulit
  • Toksisitas organ sasaran spesifik paparan tunggal kategori 3 (iritasi saluran napas, efek mengantuk/pusing)
  • Berbahaya bagi lapisan ozon

Penanganan umum: Hindari kontak dengan kulit dan mata, gunakan di ruang berventilasi baik.

Contoh bahan dengan simbol ini: Amonia (Larutan Amonium Hidroksida) (NH3 / NH4OH), Amonium Klorida (NH4Cl), Asam Asetat (CH3COOH), Asam Salisilat (C7H6O3), Asam Sitrat (C6H8O7), Aseton (C3H6O), Belerang (Sulfur) (S), Benzena (C6H6), EDTA (Asam Etilendiamintetraasetat) (C10H16N2O8), Etil Asetat (C4H8O2)

Simbol GHS08: Bahaya kesehatan

GHS08 – Bahaya kesehatanBahaya kesehatan serius atau jangka panjang, termasuk yang efeknya baru muncul setelah paparan berulang.

Kelas bahaya:

  • Sensitisasi saluran pernapasan
  • Mutagenisitas sel nutfah
  • Karsinogenisitas
  • Toksisitas reproduksi
  • Toksisitas organ sasaran spesifik (paparan tunggal kategori 1–2 dan paparan berulang)
  • Bahaya aspirasi

Penanganan umum: Minimalkan paparan: gunakan lemari asam dan alat pelindung diri, ikuti batas paparan di SDS bagian 8.

Contoh bahan dengan simbol ini: Amonia (Larutan Amonium Hidroksida) (NH3 / NH4OH), Amonium Klorida (NH4Cl), Asam Asetat (CH3COOH), Asam Nitrat (HNO3), Asam Salisilat (C7H6O3), Aseton (C3H6O), Aspirin (Asam Asetilsalisilat) (C9H8O4), Barium Klorida (BaCl2), Belerang (Sulfur) (S), Benzena (C6H6)

Simbol GHS09: Bahaya lingkungan

GHS09 – Bahaya lingkunganBahaya bagi lingkungan: beracun bagi organisme air dengan efek jangka panjang.

Kelas bahaya:

  • Berbahaya bagi lingkungan akuatik: akut kategori 1, kronis kategori 1–2

Penanganan umum: Jangan buang ke saluran air atau tanah; serahkan limbah ke pengelola limbah B3 berizin.

Contoh bahan dengan simbol ini: Amonia (Larutan Amonium Hidroksida) (NH3 / NH4OH), Amonium Klorida (NH4Cl), Benzena (C6H6), Fenol (C6H5OH), Iodin (I2), Kalium Dikromat (K2Cr2O7), Kalium Kromat (K2CrO4), Kloroform (CHCl3), Naftalena (C10H8), Parasetamol (C8H9NO2)

Kata sinyal: Bahaya dan Peringatan

Di samping simbol, label GHS memuat kata sinyal: BAHAYA (Danger) untuk kategori bahaya yang lebih berat dan PERINGATAN (Warning) untuk yang lebih ringan. Rinciannya ada di pernyataan bahaya berkode H (mis. H314: menyebabkan luka bakar kulit dan kerusakan mata yang parah) dan pernyataan kehati-hatian berkode P (mis. P280: kenakan sarung tangan dan pelindung mata).

Simbol lama berbentuk kotak oranye

Sebelum GHS, banyak kemasan memakai simbol hitam di kotak oranye dengan huruf kode, misalnya T (toksik), C (korosif), F (mudah menyala), O (pengoksidasi), Xn (berbahaya), Xi (iritan), N (bahaya lingkungan), dan E (mudah meledak). Simbol ini sudah diganti piktogram GHS, tetapi masih bisa ditemukan pada stok lama atau buku teks. Untuk klasifikasi yang berlaku, selalu rujuk label GHS dan SDS terbaru.

Pertanyaan yang sering diajukan

Ada berapa simbol bahan kimia berbahaya?

Sistem GHS memakai 9 piktogram: mudah meledak, mudah menyala, pengoksidasi, gas bertekanan, korosif, toksik akut, tanda seru (iritan/berbahaya), bahaya kesehatan, dan bahaya lingkungan.

Apa beda simbol tengkorak dan simbol bahaya kesehatan?

Tengkorak (GHS06) berarti racun akut: efeknya cepat dan bisa fatal. Simbol bahaya kesehatan (GHS08, siluet dada) berarti efek serius atau jangka panjang seperti kanker, mutasi, atau gangguan reproduksi.

Di mana saya menemukan simbol bahaya suatu bahan?

Pada label kemasan dan di bagian 2 (Identifikasi bahaya) MSDS/SDS. Cari SDS bahan yang Anda pakai di halaman MSDS kami.

Cari MSDS / SDS bahan kimia Tanya via WhatsApp

Ringkasan ini untuk tujuan informasi, mengikuti GHS PBB dan Permenperin No. 23/M-IND/PER/4/2013. Klasifikasi bahan tertentu selalu mengacu pada label dan SDS resmi produsennya.