3-Bromoaniline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur dasar anilina dengan substitusi bromo pada posisi meta, sehingga menjadikannya sebagai bahan penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik, obat-obatan, dan bahan kimia industri. Dalam laboratorium, 3-Bromoaniline sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai reaksi substitusi dan kondensasi. Karena memiliki gugus amina yang aktif, 3-Bromoaniline dapat berpartisipasi dalam reaksi nucleofilik, seperti reaksi Suzuki atau reaksi Friedel-Crafts. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kestabilan struktur.
Di laboratorium Indonesia, 3-Bromoaniline digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini sering dipakai oleh peneliti yang bekerja dalam bidang sintesis senyawa baru, pengembangan obat, atau karakterisasi senyawa kimia. Karena keberadaannya yang relatif mudah dan ketersediaannya yang cukup, bahan ini menjadi pilihan yang umum dalam berbagai proyek penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi bromo dalam sintesis senyawa kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan plastik
- Penelitian tentang reaktivitas gugus amina dalam reaksi kimia organik
- Pengujian katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 591-19-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
3-Bromoaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan dalam lingkungan dingin dan kering sangat disarankan untuk mempertahankan kualitas dan stabilitas bahan. Selain itu, bahan ini harus dipisahkan dari bahan-bahan yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk menghindari reaksi tidak diinginkan.
- (2017). CRYSTAL STRUCTURE OF N-(p-METHYLBENZYLIDENE)-p-BROMOANILINE. Журнал структурной химии doi:10.15372/jsc20170222
- Şahin dkk. (2003). Electrochemical preparation of poly(2‐bromoaniline) and poly(aniline‐co‐2‐bromoaniline) in acetonitrile. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.12994
- Barraza dkk. (2017). Unexpected Rearrangement of 2-Bromoaniline under Biphasic Alkylation Conditions. Synlett doi:10.1055/s-0036-1590882
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



