Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 147-82-0

2,4,6-Tribromoaniline TCI T1088

2,4,6-Tribromoaniline TCI T1088

Identitas Kimia

No. CAS
147-82-0
PubChem
CID 8986·SID 87576884
Rumus molekul
C6H4Br3N
Berat molekul
329.81 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,4,6-tribromoaniline
SMILES
C1=C(C=C(C(=C1Br)N)Br)Br
InChIKey
GVPODVKBTHCGFU-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 928.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 928.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T1088 adalah 2,4,6-Tribromoaniline (CAS 147-82-0), turunan anilina yang tiga posisinya, yaitu dua ortho dan satu para terhadap gugus amino, ditempati atom brom. Senyawa ini termasuk blok pembangun non-heterosiklik dan dikenal luas dalam kimia organik karena menjadi hasil khas bromasi anilina. Di laboratorium, ia dipakai sebagai bahan awal sintesis senyawa aromatik berhalogen dan sebagai contoh klasik dalam pengajaran substitusi aromatik elektrofilik.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah gugus amino yang masih tersedia untuk reaksi, ditambah tiga atom brom yang dapat berperan sebagai gugus pergi dalam reaksi kopling silang. Gugus amino dapat didiazotasi dan diganti sehingga memberi jalan ke 1,3,5-tribromobenzena atau turunan lain dengan pola substitusi yang sulit diperoleh langsung. Atom brom yang melimpah juga membuat senyawa ini menarik untuk riset bahan tahan api dan zat warna. Kemasannya 25 g, cukup untuk beberapa rangkaian percobaan.

Di laboratorium Indonesia, 2,4,6-Tribromoaniline cocok dipakai di praktikum kimia organik tingkat lanjut, penelitian sintesis, dan riset bahan fungsional. Dosen dapat memakainya untuk menjelaskan efek pengarah gugus amino, sedangkan peneliti dapat menjadikannya titik awal pembuatan senyawa poliaril lewat kopling. Karena senyawa aromatik berhalogen perlu penanganan hati-hati, laboratorium perlu menyiapkan lemari asam dan pengelolaan limbah halogen yang tertib.

  • Demonstrasi substitusi aromatik elektrofilik: senyawa ini adalah produk khas bromasi anilina, sehingga cocok untuk menunjukkan kuatnya efek aktivasi gugus amino dan pola pengarahan ortho-para pada praktikum.
  • Diazotasi dan penggantian gugus amino: gugus amino dapat diubah menjadi garam diazonium lalu dihilangkan atau diganti, sehingga membuka jalan ke turunan benzena berbrom dengan pola substitusi simetris.
  • Kopling silang terkatalisis paladium: tiga atom brom dapat bereaksi pada kondisi Suzuki atau sejenisnya, sehingga berguna untuk membangun molekul poliaril bercabang dan kerangka bahan fungsional.
  • Penelitian senyawa berhalogen: kandungan brom yang tinggi membuat senyawa ini relevan untuk studi bahan tahan api, intermediat zat warna, dan karakterisasi sifat senyawa organik berhalogen.
  • Sintesis turunan amida dan basa Schiff: gugus amino yang terhalang dua brom ortho menjadi model menarik untuk mempelajari pengaruh halangan sterik pada reaktivitas amina aromatik.

Merek TCI (kode produk T1088)
Nomor CAS 147-82-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik dikemas per berat (g); rincian bentuk dan mutu mengikuti label serta lembar data dari produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya

Simpan 2,4,6-Tribromoaniline dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya, karena anilina dapat berubah warna jika terpapar cahaya dan udara. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat. Anilina berhalogen perlu diperlakukan hati-hati: gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam agar debu dan uap tidak terhirup. Hindari kontak dengan kulit. Kumpulkan limbah sebagai limbah organik berhalogen secara terpisah dan ikuti petunjuk SDS dari produsen serta prosedur laboratorium Anda.

  • Alsabbagh dkk. (1992). Formation of brominated dioxins and brominated phenazines from pyrolyses of 2,4,6-tribromoaniline and N-(tribromophenyl) maleimide. Chemosphere doi:10.1016/0045-6535(92)90405-g
  • Kádár dkk. (2001). The electrochemical oxidation of 4-bromoaniline, 2,4-dibromoaniline, 2,4,6-tribromoaniline and 4-iodoaniline in acetonitrile solution. Electrochimica Acta doi:10.1016/s0013-4686(01)00538-2
  • Weisz dkk. (2004). Determination of 2,4,6-tribromoaniline in the color additives D&C Red Nos. 21 and 22 (Eosin Y) using solid-phase microextraction and gas chromatography-mass spectrometry. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2004.09.065

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.