TCI D3583 2'-Deoxycytidine adalah salah satu dari empat deoksinukleosida penyusun DNA dan merupakan reagen dasar yang hampir selalu tersedia di laboratorium biologi molekuler. Senyawa ini terdiri atas basa sitosin yang terikat pada gula 2-deoksiribosa, sehingga secara struktural merupakan komponen langsung dari rantai asam deoksiribonukleat. Peranannya di laboratorium sangat luas: mulai dari suplemen media kultur sel, prekursor dalam sintesis oligonukleotida dan fosforamidit, bahan uji dalam kajian metilasi DNA, hingga substrat pada penelitian enzimologi seperti deoksisitidin kinase dan sitidin deaminase. Ketersediaan bahan ini menjadi fondasi banyak eksperimen dasar maupun terapan.
Alasan utama peneliti memilih 2'-Deoxycytidine berkualitas reagen adalah kebutuhan akan kemurnian yang tinggi dan bebas dari nukleosida lain yang bisa mengganggu interpretasi hasil. Sebagai padatan kristalin, senyawa ini mudah ditimbang secara akurat dan larut baik dalam air, sehingga penyiapan larutan induk berlangsung praktis tanpa pelarut organik yang merepotkan. Gugus amino pada basa sitosin dan dua gugus hidroksil pada gula memberikan titik reaksi yang jelas untuk perlindungan dan derivatisasi dalam kimia oligonukleotida. Selain itu, karena senyawa ini merupakan metabolit alami, perilakunya dalam sistem seluler sudah terdokumentasi luas sehingga memudahkan perancangan kontrol eksperimen.
Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan laboratorium bioteknologi, pusat kajian genetika, laboratorium kultur sel di rumah sakit pendidikan, serta program studi biokimia yang menjalankan praktikum lanjutan. Kemasan 1 g dan 5 g dari AMI Scientific membantu laboratorium menyesuaikan pembelian dengan intensitas pemakaian, karena kebutuhan tiap eksperimen umumnya berada pada skala miligram. Ukuran 5 g cocok untuk fasilitas dengan agenda kultur sel rutin, sementara 1 g memadai bagi kelompok riset yang memakainya secara berkala.
- Suplementasi media kultur sel, karena deoksinukleosida ini mendukung jalur salvage sintesis DNA sehingga membantu pemulihan sel pada percobaan yang menghambat sintesis nukleotida de novo.
- Sintesis oligonukleotida dan bahan awal fosforamidit, sebab strukturnya merupakan unit penyusun DNA alami yang dapat dilindungi dan diaktifkan melalui rute kimia yang sudah mapan.
- Kajian metilasi DNA dan epigenetika, karena senyawa ini berfungsi sebagai pembanding tak termetilasi terhadap 5-metil-2'-deoksisitidin dalam analisis kromatografi maupun spektrometri massa.
- Penelitian enzimologi nukleosida, mengingat perannya sebagai substrat alami deoksisitidin kinase dan sitidin deaminase menjadikannya pilihan tepat untuk uji kinetika dan penapisan inhibitor.
- Standar analitik pada HPLC dan LC-MS, sebab profil retensi serta spektrum serapan ultravioletnya yang khas memudahkan identifikasi dan kuantifikasi komponen hidrolisat asam nukleat.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D3583 |
|---|---|
| Nomor CAS | 951-77-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau kristal berwarna putih hingga hampir putih (periksa label dan CoA lot terkait) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat; penyimpanan berpendingin lazim dilakukan untuk pemakaian jangka panjang |
Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lingkungan sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Nukleosida bersifat higroskopis ringan sehingga sebaiknya wadah dikeluarkan dari pendingin dan dibiarkan menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka, guna mencegah kondensasi yang dapat memengaruhi ketepatan penimbangan. Gunakan spatula bersih dan kering untuk setiap pengambilan, dan hindari mengembalikan sisa bahan ke wadah induk agar tidak terjadi kontaminasi silang atau kontaminasi nuklease. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata selama penanganan. Larutan induk berair sebaiknya disaring steril, dibagi dalam alikuot kecil, dan disimpan beku. Ikuti lembar data keselamatan resmi produsen.
- Hu dkk. (2012). 5-Aza-2’-Deoxycytidine Improves the Sensitivity of Endometrial Cancer Cells to Progesterone Therapy. International Journal of Gynecological Cancer doi:10.1097/igc.0b013e3182540160
- (1990). Mechanism of selective inhibition of herpes simplex virus replication by deoxycytidine analogs: Interaction of 5-methoxymethyl-2′-deoxycytidine-5′-triphosphate with DNA polymerases. Antiviral Research doi:10.1016/0166-3542(90)90167-6
- Karino (2001). Synthesis and properties of oligonucleotides containing 5-formyl-2'-deoxycytidine: in vitro DNA polymerase reactions on DNA templates containing 5-formyl-2'-deoxycytidine. Nucleic Acids Research doi:10.1093/nar/29.12.2456
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

