TCI D3584 2'-Deoxyinosine adalah nukleosida purin yang terbentuk dari basa hipoxantin dan gula 2-deoksiribosa, dan menempati posisi khusus dalam kimia asam nukleat karena sifat pemasangan basanya yang longgar. Di laboratorium, senyawa ini dikenal sebagai bahan dasar untuk membuat unit "basa universal" pada oligonukleotida, yaitu residu yang dapat berpasangan dengan lebih dari satu basa alami tanpa menimbulkan destabilisasi berlebihan. Selain itu, 2'-deoksiinosin merupakan produk deaminasi 2'-deoksiadenosin, sehingga menjadi metabolit kunci dalam kajian jalur purin, aktivitas adenosin deaminase, serta mekanisme kerusakan dan perbaikan DNA.
Karakteristik yang membuat senyawa ini diandalkan adalah kemampuannya menyediakan ambiguitas pasangan basa yang terkendali. Ketika dimasukkan ke dalam primer degenerat, residu inosin mengurangi jumlah varian sekuens yang harus disintesis tanpa mengorbankan efisiensi anil secara drastis. Dari sisi kimia, gugus hidroksil pada posisi 3' dan 5' menyediakan titik proteksi yang lazim, sedangkan cincin hipoxantin relatif stabil pada kondisi sintesis oligonukleotida standar. Sebagai padatan kristalin, bahan ini mudah ditangani dan larut dalam air maupun pelarut polar, sehingga penyiapan larutan kerja untuk uji enzimatik atau analisis kromatografi dapat dilakukan secara langsung dan reprodusibel.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan 2'-deoksiinosin pada riset genetika molekuler, pengembangan primer PCR untuk organisme dengan basis data sekuens terbatas, kajian metabolisme purin di bidang kedokteran, serta praktikum lanjutan kimia asam nukleat. Kemasan 1 g dan 5 g yang disediakan AMI Scientific sesuai dengan pola pemakaian laboratorium akademik yang membutuhkan jumlah moderat namun berkesinambungan. Ukuran kecil memudahkan verifikasi metode baru, sementara kemasan lebih besar mendukung proyek sintesis atau pengujian berulang.
- Perancangan primer dan probe degenerat, karena residu inosin dapat berpasangan dengan beberapa basa sekaligus sehingga menurunkan kompleksitas pustaka oligonukleotida yang harus disintesis peneliti.
- Sintesis oligonukleotida termodifikasi, sebab gugus hidroksil pada gula memungkinkan proteksi dan konversi menjadi fosforamidit mengikuti prosedur kimia asam nukleat yang telah baku.
- Studi metabolisme purin dan aktivitas adenosin deaminase, mengingat senyawa ini merupakan produk deaminasi alami sehingga ideal sebagai standar kuantifikasi maupun substrat lanjutan.
- Penelitian kerusakan dan perbaikan DNA, karena keberadaan inosin dalam untai DNA memicu jalur perbaikan spesifik yang dapat ditelusuri menggunakan sistem enzim terekonstitusi di laboratorium.
- Analisis kromatografi hidrolisat asam nukleat, sebab senyawa ini berfungsi sebagai pembanding retensi dan kalibrasi pada metode HPLC maupun LC-MS untuk profil nukleosida.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D3584 |
|---|---|
| Nomor CAS | 890-38-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Nucleic Acid Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau kristal putih hingga hampir putih (verifikasi melalui label dan CoA lot) |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan dan cahaya |
Simpan wadah asli dalam kondisi tertutup rapat pada lemari yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung; penyimpanan berpendingin dianjurkan bila bahan akan dipakai dalam rentang waktu panjang. Biarkan kemasan mencapai suhu ruang sebelum dibuka untuk mencegah uap air mengembun pada serbuk. Gunakan spatula bersih, kering, dan bebas nuklease pada setiap pengambilan, terutama bila bahan akan dipakai untuk pekerjaan asam nukleat. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di ruang berventilasi memadai. Simpan larutan induk dalam alikuot beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang, dan patuhi lembar data keselamatan produsen.
- Seela dkk. (1999). ChemInform Abstract: 7‐Deaza‐2′‐deoxyinosine: A Stable Nucleoside with the Ambiguous Base Pairing Properties of 2′‐Deoxyinosine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199936262
- Moon dkk. (2002). ChemInform Abstract: A One‐Pot Preparation of 1‐Benzyl‐2′‐deoxyinosine from Ionized 2′‐Deoxyinosine.. ChemInform doi:10.1002/chin.200220179
- Yao dkk. (1995). Interaction of Deoxyinosine 3′-Endonuclease from Escherichia coli with DNA Containing Deoxyinosine. Journal of Biological Chemistry doi:10.1074/jbc.270.48.28609
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

