3,3-Dimethyl-2-oxobutyric Acid, yang juga dikenal sebagai asam trimetilpiruvat, adalah asam α-keto dengan gugus tert-butil besar yang langsung terikat pada karbon karbonil. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik dan menyediakan dua gugus fungsi bertetangga dalam satu molekul kecil, yaitu asam karboksilat dan keton. Di laboratorium, kombinasi tersebut menjadikannya bahan awal yang serbaguna untuk membangun asam amino tidak alami, senyawa heterosiklik, serta berbagai turunan yang memerlukan pusat karbon terhalang secara sterik.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas khas gugus α-keto asam yang dipadukan dengan efek sterik gugus tert-butil. Gugus karbonil yang berdampingan dengan karboksilat bersifat sangat elektrofilik, sehingga mudah mengalami aminasi reduktif, transaminasi enzimatis, kondensasi dengan hidrazina maupun hidroksilamina, dan pembentukan basa Schiff. Sementara itu, gugus tert-butil yang besar memberikan hambatan ruang yang mengarahkan serangan reagen dari satu sisi, sesuatu yang berguna ketika peneliti mengejar selektivitas. Senyawa ini juga dikenal sebagai substrat yang lazim dipakai dalam biokatalisis, khususnya jalur enzimatis menuju asam amino bercabang berukuran besar. Gugus karboksilatnya mudah diesterifikasi atau diamidasi bila diperlukan.
Di Indonesia, asam α-keto seperti ini digunakan pada penelitian biokatalisis, kimia peptida, dan sintesis organik di kampus serta lembaga penelitian, termasuk kelompok riset bioteknologi yang mengembangkan enzim transaminase dan dehidrogenase. Selain itu, senyawa ini dipakai dalam kajian metabolisme asam amino bercabang pada laboratorium biokimia. Kemasan 5 g dan 25 g cocok untuk percobaan penapisan enzim maupun sintesis yang lebih besar.
- Substrat biokatalisis enzimatis: gugus α-keto siap diubah menjadi asam amino tidak alami melalui reaksi transaminase atau dehidrogenase asam amino pada penelitian bioteknologi.
- Sintesis asam amino bercabang tidak alami: aminasi reduktif pada karbon keto menghasilkan kerangka bergugus tert-butil yang berguna dalam perancangan peptida termodifikasi.
- Pembentukan senyawa heterosiklik: kondensasi dengan hidrazina, hidroksilamina, atau diamina mengubah gugus keto asam menjadi cincin pirazol, oksazol, dan turunan nitrogen lainnya.
- Kajian metabolisme asam amino: senyawa keto analog ini dipakai sebagai bahan uji dalam penelitian biokimia mengenai jalur asam amino rantai bercabang.
- Bahan awal turunan ester dan amida: gugus karboksilat mudah diesterifikasi atau diamidasi sehingga peneliti dapat menyiapkan deret senyawa pembanding dengan cepat.
| Merek | TCI (kode produk D3609) |
|---|---|
| Nomor CAS | 815-17-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | mengacu pada penampilan yang tercantum di CoA dan lembar data TCI |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, karena asam α-keto umumnya peka terhadap kelembapan dan dapat mengalami perubahan mutu bila wadah dibiarkan terbuka. Penyimpanan dalam desikator atau lemari pendingin bahan kimia, sesuai anjuran pada lembar data produsen, membantu menjaga kestabilan. Jauhkan dari basa kuat, oksidator kuat, dan sumber panas. Karena bersifat asam, hindari kontak dengan kulit dan mata; kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam ketika melarutkan atau memanaskan. Baca SDS resmi TCI sebelum digunakan dan netralkan limbah sesuai prosedur institusi.
—
